34.627 Peserta Ikuti Ujian Mandiri UGM, Panitia Perketat Prosedur Validasi Identitas

Minggu 06-07-2025,09:38 WIB
Reporter : Anam AK
Editor : Syamsul Falaq

“Kami memastikan bahwa peserta yang hadir adalah benar-benar calon mahasiswa yang terdaftar. Mereka wajib membawa kartu ujian asli, kartu identitas diri seperti KTP atau paspor, serta dokumen pendukung seperti ijazah atau surat keterangan lulus yang memuat foto dan identitas,” katanya. 

BACA JUGA : Lulus S1 UGM di Usia Termuda 19 Tahun, Mutiara Anindyana Hapsari Raih Predikat Cumlaude

BACA JUGA : Satu-satunya dari Asia Tenggara, Wakil Rektor UGM Wening Udasmoro Raih U21 Award

Selain pemeriksaan identitas berlapis, UGM juga menyiapkan metal detector dan melakukan pengecekan fisik untuk memastikan tidak ada perangkat yang mencurigakan dibawa peserta ke dalam ruang ujian. 

Pengawasan ruang ujian dilakukan secara ketat oleh tim pengawas yang telah dibekali panduan standar operasional. Setiap sesi ujian dipantau dalam sistem tertutup untuk menjaga ketertiban dan mendeteksi pelanggaran sejak dini. 


Ujian Mandiri UGM Computer Based Test (UM UGM CBT) 2025 diikuti sebanyak 34.627 peserta yang dilaksanakan pada 1-5 Juli 2025 di Yogyakarta dan 7-12 Juli 2025 di UGM Jakarta.--dok. UGM

“Kami bahkan menyediakan seluruh alat tulis di lokasi, sehingga peserta tidak perlu membawa barang pribadi yang bisa disalahgunakan,” tuturnya. 

Direktur Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Dr. Gandes Retno Rahayu,  turut menyampaikan bahwa semua proses verifikasi peserta dan koordinasi teknis dilakukan secara terpusat dan tersistem. 

UGM juga membangun sistem koordinasi digital agar seluruh panitia di lapangan dapat merespons situasi secara cepat dan seragam. Hal ini menjadi bukti bahwa profesionalisme menjadi standar utama dalam pelaksanaan seleksi di UGM. 

BACA JUGA : Tunggu Enam Tahun, Mahasiswa UGM Raih Juara 2 Kompetisi Aktuaria Internasional 2025

BACA JUGA : Naik 10 Persen, Sebanyak 20.615 Peserta Mengikuti UTBK-SNBT 2025 di UGM

“Kami sudah broadcast informasi teknis kepada seluruh petugas ujian. Tidak ada ruang untuk bypass atau kelonggaran prosedur. Jika ada peserta yang tidak memenuhi syarat administrasi, maka secara otomatis akan ditolak mengikuti ujian,” jelasnya. 

Gandes juga menyebutkan bahwa selama pelaksanaan, ditemukan satu kasus peserta yang mencoba masuk tanpa kelengkapan dokumen sesuai prosedur, dan telah ditindak sesuai ketentuan. 

Penolakan terhadap peserta tidak memenuhi syarat merupakan bagian dari komitmen menjaga integritas sistem seleksi. UGM menegaskan tidak ada toleransi terhadap bentuk kecurangan dalam proses penerimaan mahasiswa baru. 

“Prosedur pemeriksaan ada di setiap lokasi dan berjalan ketat. Semua tahapan sudah divalidasi sebelumnya oleh Direktorat Pendidikan dan Pengajaran,” tandasnya. 

BACA JUGA : Polemik Ijazah Jokowi, UGM Siap Menghadirkan Alat Bukti Jika Diminta Pengadilan

Kategori :