Satu-satunya dari Asia Tenggara, Wakil Rektor UGM Wening Udasmoro Raih U21 Award
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM dan Guru Besar di Fakultas Ilmu Budaya, Prof Wening Udasmoro (tengah) meraih penghargaan Inclusive Global Engagement dari Universitas 21 (U21). --Foto: Anam AK/diswayjogja.id
SLEMAN, diswayjogja.id - Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM dan Guru Besar di Fakultas Ilmu Budaya, Prof Wening Udasmoro, meraih penghargaan Inclusive Global Engagement dari Universitas 21 (U21).
Penghargaan tersebut merupakan sebuah jejaring universitas internasional yang beranggotakan institusi perguruan tinggi top-tier di enam benua.
Penghargaan Inclusive Global Engagement dari U21 merupakan bagian dari U21 Awards yang diberikan kepada individu atau tim yang menunjukkan kontribusi signifikan dalam memajukan inklusi global di pendidikan tinggi.
Penghargaan ini juga diberikan sebagai pengakuan atas dedikasi Wening dalam memajukan pendidikan inklusif dan global, khususnya dalam bidang sastra, gender, dan budaya.
BACA JUGA : Tunggu Enam Tahun, Mahasiswa UGM Raih Juara 2 Kompetisi Aktuaria Internasional 2025
BACA JUGA : Dewan Guru Besar UGM Tolak Eksploitasi Tenaga Kesehatan dan Pelanggaran Etika Kedokteran
Wening dikenal luas atas komitmennya dalam memprioritaskan isu-isu kesetaraan gender dan inklusi dalam pendidikan tinggi. Ia telah menjadi tokoh penting dalam membangun jembatan budaya dan akademik antara Indonesia dan berbagai negara, terutama Prancis.
Usai menerima penghargaan, Wening menyampaikan bahwa penghargaan bukanlah akhir, melainkan dorongan untuk terus memperjuangkan pendidikan yang adil dan setara. Ia mengajak komunitas akademik untuk bersama-sama menciptakan masa depan yang lebih inklusif dan penuh harapan.
“Semoga penghargaan ini menjadi panggilan untuk terus membangun komunitas akademik yang memberdayakan, menghubungkan, dan saling menguatkan. Bersama, kita bisa menciptakan masa depan di mana pendidikan benar-benar inklusif untuk semua,” kata Wening melalui keterangan tertulis, Senin (12/5/2025).
Salah satu rekan kerjanya, Wiratni Budhijanto, mengungkapkan selain kontribusi akademiknya, Wening juga dikenal karena kepemimpinannya yang empatik dan kolaboratif.
BACA JUGA : Polemik Ijazah Jokowi, UGM Siap Menghadirkan Alat Bukti Jika Diminta Pengadilan
BACA JUGA : Diwarnai Adu Mulut, Massa Geruduk Fakultas Kehutanan UGM Pertanyakan Dokumen Joko Widodo
Wening aktif mendorong pengembangan kurikulum yang responsif terhadap isu-isu keberagaman dan inklusi, termasuk realisasinya di lingkungan kampus.
Wiratni menyebutkan UGM adalah rumah bagi para tokoh-tokoh hebat, tapi dunia belum sepenuhnya menyadari kehebatan tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: