Aktivitas Gunung Merapi Masih Tinggi, BPPTKG Ingatkan Potensi Awan Panas dan Guguran Lava

Aktivitas Gunung Merapi Masih Tinggi, BPPTKG Ingatkan Potensi Awan Panas dan Guguran Lava

Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran sejauh 1,3 kilometer ke arah Kali Krasak pada Senin (9/3/2026) siang. BPPTKG menyebut status Merapi masih Level III Siaga dan masyarakat diminta tetap waspada.--dok. BPPTKG

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih terpantau cukup tinggi selama periode pengamatan 6–12 Maret 2026, di mana status gunung api tersebut hingga kini tetap berada pada level Siaga (Level III).

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Agus Budi Santoso mengatakan aktivitas Merapi saat ini masih didominasi erupsi efusif dengan potensi guguran lava dan awan panas.

“Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental disimpulkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif dan status aktivitas ditetapkan dalam tingkat Siaga,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/3/2026).

Dalam periode pengamatan tersebut, BPPTKG mencatat terjadi tiga kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.700 meter ke arah hulu Kali Boyong dan Kali Krasak.

BACA JUGA : Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Senin Siang, Jarak Luncur 1.300 Meter ke Kali Krasak

BACA JUGA : Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran 1,7 Km ke Arah Kali Boyong Senin Dini Hari

Selain itu, aktivitas guguran lava juga masih sering terjadi di beberapa sungai yang berhulu di Merapi.

Tercatat 4 kali guguran lava ke arah Kali Boyong sejauh maksimal 1.800 meter, 44 kali guguran lava ke arah Kali Krasak sejauh maksimal 2.000 meter, 14 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng sejauh maksimal 2.000 meter, serta 59 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih sejauh maksimal 2.000 meter

Asap putih dari kawah juga masih terlihat dengan ketinggian antara 15 hingga 20 meter dari puncak.

Menurut Agus, data pemantauan menunjukkan suplai magma ke tubuh gunung masih berlangsung sehingga berpotensi memicu awan panas guguran di wilayah rawan bencana.

BACA JUGA :  Aktivitas Gunung Merapi Masih Tinggi, Alami Ratusan Gempa Guguran dalam Sepekan

BACA JUGA : Hujan Ekstrem Picu Banjir Lahar Merapi, 3 Meninggal dan 15 Truk Hanyut

“Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya,” jelasnya.

BPPTKG juga mencatat aktivitas kegempaan yang cukup tinggi selama sepekan terakhir, yakni 3 gempa awan panas guguran (APG), 10 gempa vulkanik dangkal, 490 gempa fase banyak, 799 gempa guguran, serta 11 gempa tektonik. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait