"Kemarin kami telah mengosongkan Depo Kotabaru di dekat RRI, kemudian Depo Purawisata. Saat ini, sudah mulai berproses pengosongan di Depo Taman Sari, selanjutnya Depo Ngasem, dan lokasi-lokasi lain yang berdekatan dengan tempat wisata akan dijadwalkan berikutnya," ujar Haryoko.
Ia menambahkan bahwa total sampah yang dialokasikan untuk dipindahkan ke TPST Piyungan mencapai 4.000 ton yang merupakan sampah tidur atau sampah yang telah lama mengendap di depo. Jumlah ini belum termasuk sampah harian yang terus bertambah setiap hari.
BACA JUGA : Ajak Satpol PP dan Dinas Terkait, Hasto Wardoyo Segera Tangani Sampah Kota Yogyakarta
BACA JUGA : Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Deklarasi Peduli Sampah
"Untuk sampah harian, kami lakukan di tempat pengolahan sampah milik Pemkot Yogyakarta yang terus beroperasi," katanya.
Haryoko menyebutkan Pemkot Yogyakarta saat ini mengoperasikan empat Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Nitikan, Kranon, Karangmiri, dan Siti Mulyo. Setiap TPS dilengkapi dengan mesin Gibrik dan RDF (Refuse Derived Fuel) untuk mengelola sampah secara lebih efektif. Mesin RDF berperan dalam mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif, yang kemudian dimanfaatkan dalam industri semen. Proses ini merupakan hasil kerja sama antara Pemkot Yogyakarta dengan PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) Cilacap.
“Untuk penambahan incinerator masih berproses. Kami rasa saat ini, semua program pengelolaan sampah telah berjalan on the track (sesuai rencana), dan diharapkan dapat segera diselesaikan guna mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan,” tandasnya.