Fashion Jogja Didorong Tembus Pasar Global, JFW 2026 Libatkan 164 Desainer dan 114 Model

Fashion Jogja Didorong Tembus Pasar Global, JFW 2026 Libatkan 164 Desainer dan 114 Model

Jogja Fashion Week 2026 resmi dibuka di JEC, Kamis (13/8/2026), dengan melibatkan 164 desainer, 114 model, dan 132 booth IKM untuk mendorong fashion DIY menembus pasar global.--dok. Pemda DIY

BANTUL, diswayjogja.id - Industri fashion Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali didorong untuk memperluas pasar hingga ke tingkat internasional melalui gelaran Jogja Fashion Week (JFW) 2026.

Memasuki penyelenggaraan ke-21, JFW 2026 resmi dibuka oleh Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X di Jogja Expo Center (JEC), Banguntapan, Kamis (13/8/2026).

Mengusung tema “Roots to Resonance, Beyond”, JFW 2026 menjadi ruang untuk mempertemukan kekayaan budaya lokal Yogyakarta dengan perkembangan industri fashion global.

Gelaran tersebut sekaligus diharapkan mampu menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan relevan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui industri kreatif berbasis budaya. Sri Paduka menyebutkan bahwa Yogyakarta merupakan hasil kebudayaan yang terus tumbuh dan bergerak.

BACA JUGA : Fashion On The Street 2026 Usung Batik Kontemporer, Libatkan Pembatik Muda hingga Desainer Internasional

BACA JUGA : Jogja Fashion Week 2025 Ditutup dengan Transaksi Capai Transaksi Rp2,2 Miliar

Warisan tersebut tidak hanya diteruskan melalui pengetahuan dan tradisi, tetapi juga melalui keberanian untuk menciptakan karya baru yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Dalam dunia fashion, kekayaan budaya Yogyakarta dapat diwujudkan melalui berbagai motif, corak, dan warna yang menjadi bagian dari identitas daerah.

"Karena itu tema Jogja Fashion Week 2026 yaitu dari akar budaya bergema ke dunia, mengandung pesan yang sangat relevan. Justru kekuatan kita terletak pada kemampuan mengolah akar budaya menjadi karya yang autentik, bermutu, adaptif terhadap teknologi, serta mampu menjawab perubahan selera masyarakat dunia," ujarnya.

Menurutnya, kekuatan fashion DIY tidak hanya terletak pada kreativitas, tetapi juga pada kemampuan mengolah identitas lokal menjadi produk yang memiliki daya saing lebih luas.

BACA JUGA : 27 Tahun Digelar di Jakarta, INACRAFT Festival 2026 Hadir di Jogja Bidik Pasar Nasional dan Global

BACA JUGA : Rektor UMY Beberkan Isi Pertemuan dengan Vatikan, Bahas Perdamaian Dunia hingga Pendidikan Global

Ketua Panitia JFW 2026 sekaligus Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Anton Raharja, mengatakan penyelenggaraan JFW menjadi salah satu langkah untuk mewujudkan DIY sebagai salah satu pusat fashion dunia.

Dorongan tersebut sejalan dengan target meningkatkan ekspor produk fashion DIY ke pasar mancanegara.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait