Gunung Merapi Masih Siaga, Alami 940 Gempa Guguran dan 101 Lava Meluncur dalam Sepekan
Gunung Merapi kembali mengalami awan panas guguran sejauh 1,5 km pada Selasa (28/4/2026) pagi. BPPTKG mengimbau masyarakat menjauhi zona bahaya karena aktivitas masih tinggi.--dok. BPPTKG
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih terpantau cukup tinggi selama periode pengamatan 1-7 Mei 2026. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat satu kali awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai 1.800 meter ke arah hulu Kali Sat/Putih.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, mengungkapkan guguran lava juga masih mendominasi aktivitas erupsi efusif Merapi. Tercatat 101 kali guguran lava mengarah ke hulu Kali Krasak dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter. Selain itu, guguran juga terjadi ke arah Kali Boyong, Kali Bebeng, dan Kali Sat/Putih.
“Pada minggu ini terjadi 1 kali awan panas guguran dengan jarak luncur 1.800 meter ke arah hulu Kali Sat/Putih,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/5/2026).
BPPTKG juga mencatat aktivitas kegempaan Merapi masih tinggi. Dalam sepekan terakhir terekam 940 gempa guguran, 465 gempa fase banyak, 24 gempa vulkanik dangkal, serta 1 gempa awan panas guguran.
BACA JUGA : BPPTKG: Merapi Status Siaga, Awan Panas dan Guguran Lava Masih Dominan dalam Sepekan
BACA JUGA : BPPTKG Laporkan Awan Panas Guguran Merapi Dua Kali, Status Masih Siaga
Meski demikian, hasil pemantauan deformasi menggunakan EDM dan GPS belum menunjukkan perubahan signifikan pada tubuh gunung api tersebut.
BPPTKG menegaskan status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau “Siaga”. Suplai magma disebut masih berlangsung dan dapat memicu guguran lava maupun awan panas di dalam daerah potensi bahaya.
“Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km,” ujarnya.
Sementara di sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer. Sedangkan material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak Merapi.
BACA JUGA : Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Selasa Pagi, Status Masih Siaga Level III
BACA JUGA : Aktvitas Vulkanik Merapi Belum Reda, Awan Panas Terjadi 7 Kali dalam Sepekan
BPPTKG meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman lahar dan awan panas guguran, terutama saat terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi.
Selain itu, pemerintah daerah di Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten diminta terus memperkuat langkah mitigasi kebencanaan, termasuk peningkatan kapasitas masyarakat dan kesiapan sarana evakuasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: