Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Awan Panas Guguran Terpantau Beruntun Empat Kali

Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Awan Panas Guguran Terpantau Beruntun Empat Kali

Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran hingga 1,5 km, Minggu (12/4/2026) pagi, BPPTKG mengimbau masyarakat menjauhi zona bahaya karena aktivitas masih tinggi.--dok. BPPTKG

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Aktivitas Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan dengan terjadinya awan panas guguran dalam dua hari berturut-turut pada Sabtu (11/4/2026) hingga Minggu (12/4/2026).

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso, mengungkapkan bahwa awan panas guguran terpantau meluncur dengan jarak hingga 1.500 meter ke arah barat daya, tepatnya menuju hulu Kali Boyong.

“Pada Sabtu (11/4/2026) pukul 21.52 WIB, awan panas guguran tercatat memiliki amplitudo maksimal 22,68 mm dengan durasi 166,65 detik,” ungkapnya.

Kemudian pada Minggu (12/4/2026) pukul 05.45 WIB, kembali terjadi awan panas guguran dengan amplitudo lebih besar mencapai 47,9 mm dan durasi 166,4 detik dengan arah yang sama.

BACA JUGA : Merapi Keluarkan Awan Panas Malam Hari, Luncur 1,1 Km ke Kali Putih

BACA JUGA : Awan Panas Guguran Gunung Merapi Luncur 1,8 Km, BPPTKG: Warga Jauhi Alur Sungai Berhulu Merapi

“Selain itu, peristiwa serupa juga terekam melalui video pada pukul 07.41 WIB dengan estimasi jarak luncur sekitar 1.400 meter,” ujar Agus.

Terkini, Gunung Merapi kembali mengeluarkan Awan Panas Guguran pada pukul 08.21 WIB dengan jarak luncur sejauh 2 kilometer mengarah ke hulu Kali Boyong.

Berdasarkan laporan aktivitas periode pengamatan 12 April 2026 pukul 00.00–06.00 WIB, Gunung Merapi masih berada pada status Level III atau Siaga. Secara visual, asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tinggi dan ketinggian mencapai 500 meter di atas puncak.

Dalam periode tersebut, BPPTKG juga mencatat satu kali awan panas guguran, 34 kali guguran lava, serta 16 kali gempa hybrid atau fase banyak.

“Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya,” jelas Agus.

BACA JUGA :  Merapi Siaga Level III, BPPTKG Catat 2 Awan Panas Guguran Sabtu Dini Hari

BACA JUGA : Awan Panas Guguran Gunung Merapi Terjadi Dua Kali, Jarak Luncur Capai 1,4 Km

BPPTKG mengingatkan bahwa potensi bahaya saat ini meliputi guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya, khususnya di aliran Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait