BPPTKG: Merapi Status Siaga, Awan Panas dan Guguran Lava Masih Dominan dalam Sepekan

 BPPTKG: Merapi Status Siaga, Awan Panas dan Guguran Lava Masih Dominan dalam Sepekan

Gunung Merapi kembali mengalami awan panas guguran sejauh 1,5 km pada Selasa (28/4/2026) pagi. BPPTKG mengimbau masyarakat menjauhi zona bahaya karena aktivitas masih tinggi.--dok. BPPTKG

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tergolong tinggi hingga akhir April 2026. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan status Merapi tetap berada pada Level III atau “Siaga”.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menjelaskan aktivitas yang terjadi didominasi erupsi efusif berupa guguran lava dan awan panas.

“Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental, aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi dan status aktivitas ditetapkan dalam tingkat Siaga,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/5/2026).

Dalam periode pengamatan 24–30 April 2026, tercatat lima kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal mencapai 1.500 meter ke arah hulu Kali Boyong dan Kali Sat/Putih.

BACA JUGA : BPPTKG Laporkan Awan Panas Guguran Merapi Dua Kali, Status Masih Siaga

BACA JUGA : Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Selasa Pagi, Status Masih Siaga Level III

Selain itu, aktivitas guguran lava juga terpantau cukup intens, dengan ratusan kali kejadian ke sejumlah alur sungai yang berhulu di Merapi, seperti Kali Krasak, Bebeng, dan Sat/Putih.

BPPTKG mengungkapkan bahwa suplai magma masih berlangsung hingga saat ini, yang berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran di wilayah rawan.

“Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya,” jelas Agus.

Secara umum, potensi bahaya saat ini meliputi guguran lava dan awan panas di sektor selatan–barat daya, seperti Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 km.

BACA JUGA : Aktvitas Vulkanik Merapi Belum Reda, Awan Panas Terjadi 7 Kali dalam Sepekan

BACA JUGA : Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Awan Panas Guguran Terpantau Beruntun Empat Kali

Sementara di sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh 3 km dan Sungai Gendol hingga 5 km. Jika terjadi letusan eksplosif, material vulkanik bahkan bisa menjangkau radius hingga 3 km dari puncak.

Dari sisi kegempaan, aktivitas Merapi masih didominasi gempa guguran dan gempa fase banyak, meskipun intensitasnya tercatat lebih rendah dibandingkan minggu sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: