Awan Panas Guguran Gunung Merapi Terjadi Dua Kali, Jarak Luncur Capai 1,4 Km

Awan Panas Guguran Gunung Merapi Terjadi Dua Kali, Jarak Luncur Capai 1,4 Km

Awan panas guguran Gunung Merapi terjadi dua kali pada 28 Maret 2026 dengan jarak luncur hingga 1,4 km, BPPTKG mencatat aktivitas masih tinggi dengan status Siaga Level III.--dok. BPPTKG

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Aktivitas Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan dengan terjadinya awan panas guguran pada Sabtu (28/3/2026) malam.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso, menyampaikan bahwa awan panas guguran terjadi dua kali pada malam hari.

“Awan panas guguran pertama terjadi pukul 18.40 WIB dengan jarak luncur sekitar 1.400 meter ke arah barat daya, tepatnya ke hulu Kali Boyong dan Kali Krasak,” ujarnya melalui keterangan tertulis.

Dia menambahkan, kejadian kedua tercatat pada pukul 20.14 WIB dengan jarak luncur mencapai 1.000 meter ke arah yang sama.

BACA JUGA : Awan Panas Guguran Merapi Meluncur 1 Km ke Arah Boyong, BPPTKG Peringatkan Bahaya Lahar

BACA JUGA : Sepekan Terakhir, Merapi Lontarkan Ratusan Guguran Lava ke Arah Sungai

“Durasi awan panas berkisar antara 103 hingga 122 detik dengan amplitudo maksimal 30 sampai 50 mm,” katanya.

Berdasarkan laporan aktivitas periode pengamatan 28 Maret 2026, tercatat total tiga kali awan panas guguran dengan arah dominan ke Kali Krasak dan Kali Boyong, serta jarak luncur maksimum mencapai 1.400 meter.

Selain itu, aktivitas kegempaan juga menunjukkan peningkatan signifikan. Tercatat 148 kali guguran, 73 kali gempa hybrid atau fase banyak, serta dua gempa vulkanik dangkal.

Dalam periode yang sama, juga teramati 28 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimum hingga 1.900 meter ke beberapa aliran sungai, di antaranya Kali Krasak, Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Boyong.

BACA JUGA :  Status Siaga Gunung Merapi Bertahan, BPPTKG Ingatkan Ancaman Lahar Saat Hujan

BACA JUGA : Awan Panas Guguran Terjadi di Gunung Merapi Sabtu Sore, Jarak Luncur 1,5 Km ke Arah Kali Boyong

Sementara itu, pada periode pengamatan 29 Maret 2026 pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, aktivitas masih didominasi guguran lava sebanyak 36 kali dengan jarak luncur mencapai 2.000 meter ke arah barat daya.

Secara visual, gunung terpantau jelas dengan asap kawah berwarna putih tebal setinggi 375 meter di atas puncak.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait