Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Sleman Capai 75,43, DLH Akui Masih Ada Target yang Belum Optimal

Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Sleman Capai 75,43, DLH Akui Masih Ada Target yang Belum Optimal

Aktivitas pengangkutan sampah di wilayah Sleman. Pemkab menambah armada truk dan merencanakan pembangunan transfer depo untuk memperkuat pengelolaan sampah.--Foto: Disway Jogja

Ia mengatakan pemerintah daerah saat ini menargetkan mampu menangani sedikitnya 450 ton sampah setiap hari sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pengelolaan lingkungan.

BACA JUGA : DLHK DIY Ungkap Progres PSEL di Piyungan, Pengumuman Pemenang Proyek 24 Februari 2026

BACA JUGA : DLH Sleman Terapkan Pemilahan Limbah di SPPG MBG

“Kemudian terkait pengelolaan sampah, saat ini kami juga berupaya bertahan karena Kabupaten Sleman ditargetkan mampu memasok 450 ton sampah per hari,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan kapasitas minimal pengelolaan yang harus disiapkan pemerintah daerah. 

Sementara jika dihitung berdasarkan jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat, volume sampah yang dihasilkan sebenarnya jauh lebih besar.

“Sementara berdasarkan perhitungan kami yang disesuaikan dengan jumlah penduduk, timbulan sampah di Sleman sebenarnya hampir mencapai 600 ton per hari,” imbuhnya.

Dengan kondisi tersebut, DLH Sleman harus memastikan sistem pengelolaan mampu menampung dan mengangkut sampah dalam jumlah besar setiap hari. 

Untuk mendukung target tersebut, diperlukan tambahan armada pengangkut serta pembangunan infrastruktur pendukung.

BACA JUGA : Mantap Sensasi Rasanya! Ini Rekomendasi Destinasi Kuliner Sahur Terbaik di Surabaya Buktikan Sendiri

BACA JUGA : DLH Kota Yogyakarta Targetkan 13 Titik Timbangan Sampah Terpasang Akhir 2025, Siap Hadapi Lonjakan Nataru

“Karena itu, kami harus menyiapkan pengelolaan minimal 450 ton sampah per hari,” lanjutnya.

Ia menjelaskan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada armada pengangkut, tetapi juga fasilitas penunjang seperti transfer depo. 

Fasilitas ini berfungsi sebagai tempat penampungan sementara sampah yang telah dikumpulkan dari berbagai wilayah sebelum diangkut menuju sarana pengolahan lanjutan atau PSL.

Menurutnya, keberadaan transfer depo sangat penting untuk mempercepat proses distribusi sampah sekaligus mempermudah koordinasi pengangkutan dari berbagai wilayah di Sleman.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: