Gempa Pacitan M 6,2 Guncang Bantul, Kerugian Tembus Rp 1,3 Miliar
Sekda Bantul Agus Budi Raharja menyampaikan keterangan terkait dampak dan total kerugian gempa Pacitan M 6,2 di Kabupaten Bantul, Rabu (11/2/2026).--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
BANTUL, diswayjogja.id - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 yang mengguncang Pacitan, Jawa Timur, berdampak hingga wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sejumlah fasilitas publik dan bangunan milik warga mengalami kerusakan dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp 1.327.600.000.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Agus Budi Raharja, mengatakan nilai kerugian tersebut merupakan hasil asesmen yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama tim terkait.
“Berdasarkan seluruh asesmen yang dilakukan BPBD, total kerugian akibat gempa kemarin mencapai Rp 1.327.600.000,” katanya saat ditemui, Rabu (11/2/2026).
Ia menjelaskan, angka tersebut merupakan akumulasi dari kerusakan fasilitas pemerintah, fasilitas publik, serta rumah dan hak milik masyarakat yang terdampak guncangan gempa.
Meski demikian, pemerintah daerah memastikan pelayanan publik tetap berjalan.
BACA JUGA : Gempa M 6,4 Rusak 13 Titik di Bantul, 15 Warga Luka
BACA JUGA : BMKG Catat 21 Gempa Susulan Pacitan, Bukan Aktivitas Sesar Opak
Fasilitas pendidikan yang sempat terdampak kini telah kembali difungsikan.
“Terkait dampak gempa, alhamdulillah berdasarkan laporan dari teman-teman BPBD melalui Sekretaris Badan Pelaksana BPBD, untuk fasilitas publik terutama SD dan SMP yang terdampak, sejak kemarin hingga hari ini sudah bisa digunakan sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Ia menegaskan, gerak cepat yang dilakukan jajaran pemerintah daerah dan BPBD membuat aktivitas belajar-mengajar tidak terganggu.
“Dengan gerak cepat yang dilakukan, tidak ada gangguan terhadap pelayanan pendidikan maupun proses belajar-mengajar,” jelasnya.
Selain fasilitas pendidikan, sejumlah bangunan pemerintah dan fasilitas umum lainnya juga mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
Pemerintah daerah saat ini masih melakukan pendataan lanjutan guna memastikan tidak ada kerusakan yang terlewat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: