Disnaker Sleman Perkuat Padat Karya dan Pelatihan Kerja Tekan Pengangguran

Disnaker Sleman Perkuat Padat Karya dan Pelatihan Kerja Tekan Pengangguran

Kepala Disnaker Sleman, Epiphana Kristiyani, menyampaikan strategi penanggulangan pengangguran melalui program padat karya, pelatihan kerja, dan optimalisasi bursa lowongan kerja di Kabupaten Sleman.--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

SLEMAN, diswayjogja.id - Pemerintah Kabupaten Sleman terus memperkuat langkah strategis dalam menekan angka pengangguran melalui pengembangan program padat karya, pelatihan kerja, serta optimalisasi bursa lowongan kerja.

Upaya ini diarahkan untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha baru di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sleman, Epiphana Kristiyani, mengatakan, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada penyaluran pencari kerja ke sektor formal, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat agar mampu menciptakan peluang kerja secara mandiri.

“Upaya pengenalan pengangguran kami lakukan melalui kegiatan padat karya dan pelatihan kerja untuk mendorong tumbuhnya wirausaha baru, sekaligus menyediakan tenaga kerja yang kompeten agar dapat terserap di dunia kerja,” katanya, Selasa (3/2/2026).

Menurut dia, kegiatan padat karya menjadi salah satu instrumen penting untuk memberikan akses kerja jangka pendek bagi warga yang belum terserap pasar kerja. 

Selain memberikan penghasilan sementara, program ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kedisiplinan, etos kerja, dan keterampilan dasar yang berguna ketika memasuki dunia kerja formal maupun sektor usaha mandiri. 

BACA JUGA : Disnaker Sleman Tegaskan Syarat Ketat untuk Calon Pekerja Migran, Perempuan Wajib Penuhi Proteksi Anak

BACA JUGA : Destinasi Kuliner Siang di Blok M Jadi Pilihan Hemat untuk Stamina Kerja, Cek Ulasan Selengkapnya Disini

Di sisi lain, Disnaker Sleman memperluas cakupan pelatihan kerja melalui kerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan Balai Latihan Kerja (BLK). 

Pelatihan ini menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pencari kerja muda, alumni pelatihan sebelumnya, hingga kelompok rentan seperti penyandang disabilitas dan pekerja migran purna.

“Pelatihan tidak hanya kami arahkan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan berwirausaha agar mereka bisa mandiri dan membuka lapangan kerja baru di lingkungannya,” ujarnya. 

Selain penguatan kapasitas sumber daya manusia, Disnaker Sleman juga mengoptimalkan peran bursa lowongan kerja sebagai jembatan antara pencari kerja dan dunia usaha. 

Melalui kegiatan job fair dan platform informasi ketenagakerjaan, masyarakat didorong untuk lebih aktif mengakses peluang kerja di berbagai sektor.

Ia menilai, keterlibatan dunia usaha dan pemangku kepentingan lain menjadi faktor kunci dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang berkelanjutan. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: