Wamenkes Targetkan Pemerataan Lab TB, Soroti Ketimpangan Akses di Papua
Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus memberikan keterangan kepada awak media saat kunjungan kerja di BB Labkesmas Yogyakarta, Bantul--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
BANTUL, diswayjogja.id - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Benjamin Paulus Octavianus menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pemerataan laboratorium deteksi tuberkulosis (TB) di seluruh provinsi di Indonesia.
Hal itu disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BB Labkesmas) Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kamis (29/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, ia menyoroti masih terbatasnya ketersediaan laboratorium mikrobiologi sebagai tulang punggung program nasional pemberantasan TB.
Menurutnya, negara harus hadir memastikan setiap ibu kota provinsi memiliki fasilitas laboratorium yang memadai agar deteksi dan penanganan TB bisa dilakukan secara cepat dan merata.
"Kami dalam program pemberantasan tuberkulosis ini ingin agar laboratorium untuk deteksi TB tersedia di seluruh provinsi se-Indonesia," katanya kepada awak media.
Ia menyebut, selama ini penguatan laboratorium masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, sementara banyak daerah lain menghadapi keterbatasan sarana dan sumber daya.
BACA JUGA : Wamenkes Ungkap Status Virus Nipah, Indonesia Sudah Aktifkan Screening Bandara
BACA JUGA : Bertemu Sri Sultan, Wamenkes RI Beberkan Alasan DIY Diawasi Stunting dan TBC
Padahal, laboratorium mikrobiologi menjadi kunci dalam memastikan diagnosis yang akurat sekaligus memutus rantai penularan penyakit menular tersebut.
"Sebuah negara menginginkan setiap ibu kota provinsi harus memiliki laboratorium. Maka negara harus hadir, kita harus mendukung lab seperti yang ada di Jogja ini, dan juga harus dilengkapi minimal di setiap provinsi," ujarnya.
Benjamin mengungkapkan, hingga saat ini laboratorium mikrobiologi baru tersedia di 17 provinsi.
Artinya, masih ada 17 provinsi lain yang belum memiliki fasilitas serupa.
Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi tantangan besar dalam upaya pemerintah mencapai target eliminasi TB nasional.
"Karena laboratorium mikrobiologi hari ini baru ada di 17 provinsi. Artinya, masih ada 17 provinsi yang belum memiliki lab mikrobiologi," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: