Wamenkes Targetkan Pemerataan Lab TB, Soroti Ketimpangan Akses di Papua

Wamenkes Targetkan Pemerataan Lab TB, Soroti Ketimpangan Akses di Papua

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus memberikan keterangan kepada awak media saat kunjungan kerja di BB Labkesmas Yogyakarta, Bantul--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

"Bayangkan kalau tidak ada bandara di situ, berapa lama harus menunggu?" lanjutnya.

Menurutnya, kondisi geografis Indonesia yang terbentang luas dari barat hingga timur membuat negara harus memiliki perencanaan yang matang dan target yang jelas dalam pembangunan sektor kesehatan. 

BACA JUGA : DPRD Bantul Tegaskan Standar Keamanan MBG Ramadan

BACA JUGA : Gempa Bantul 5,5 dan 4,4, BPBD Sebut Kerusakan Hanya Ringan

Hal ini menjadi semakin penting setelah Papua mengalami pemekaran wilayah.

"Jadi kita harus ingat bahwa Indonesia sangat luas. Tadinya Papua hanya dua provinsi, sekarang menjadi enam. Ini adalah kemajuan," pungkasnya.

Ia menjelaskan, bertambahnya jumlah provinsi secara otomatis juga meningkatkan kebutuhan akan fasilitas kesehatan, tenaga medis, serta laboratorium yang memenuhi standar. 

Jika sebelumnya dua wilayah administratif masih dapat berbagi sumber daya, kini setiap provinsi memerlukan dukungan layanan yang lebih mandiri.

"Dari dua provinsi menjadi enam, otomatis kebutuhannya juga bertambah. Tadinya cukup dua, sekarang harus jadi enam," tandasnya. 

Ia menilai, kemajuan bangsa harus diikuti dengan pembangunan infrastruktur kesehatan yang seimbang antara wilayah barat dan timur. 

BACA JUGA : Bantul Data Ulang Perizinan Tanah untuk Sesuaikan Pajak

BACA JUGA : Bantul Pastikan Distribusi Seragam Sekolah Sesuai Standar

Tanpa hal tersebut, masyarakat di daerah terpencil berisiko tertinggal dalam hal akses layanan medis yang cepat dan berkualitas.

Dalam konteks Papua Barat Daya, Benjamin menyoroti posisi strategis Kota Sorong sebagai pintu gerbang utama menuju wilayah paling timur Indonesia. 

Keberadaan bandara dan akses transportasi laut menjadikan Sorong sebagai simpul penting dalam distribusi layanan kesehatan, termasuk pengiriman sampel laboratorium dan mobilisasi tenaga medis.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: