Merapi Tetap Siaga, Data BPPTKG Ungkap Ratusan Gempa dan Guguran Lava

Merapi Tetap Siaga, Data BPPTKG Ungkap Ratusan Gempa dan Guguran Lava

Aktivitas Gunung Merapi kembali meningkat pada Jumat (23/1/2026), BPPTKG melaporkan terjadinya awan panas guguran dengan jarak luncur sekitar 1 kilometer ke arah barat daya, tepatnya menuju hulu Kali Krasak.--dok. BPPTKG

YOGYAKARTA, diswayjogja.id — Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tergolong tinggi dalam sepekan terakhir, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan ratusan gempa serta aktivitas guguran lava, sehingga status aktivitas Merapi tetap berada pada level Siaga.

Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso menyampaikan laporan aktivitas Merapi periode 16–22 Januari 2026 berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental.

“Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat Siaga,” kata Agus dalam keterangan tertulis, Jumat (23/1/2026) malam.

Dalam periode pengamatan tersebut, jaringan seismik mencatat berbagai aktivitas kegempaan, antara lain 2 kali gempa awan panas guguran (APG), 4 gempa vulkanik dangkal, 523 gempa fase banyak, 721 gempa guguran, serta 10 gempa tektonik. Intensitas kegempaan tercatat lebih rendah dibandingkan minggu sebelumnya.

BACA JUGA : Awan Panas Guguran Terjadi di Gunung Merapi, Luncur 1 Kilometer ke Barat Daya

BACA JUGA : BPPTKG: Aktivitas Merapi Masih Tinggi, Suplai Magma Masih Berlangsung

Selain itu, BPPTKG mencatat dua kali kejadian awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal 1.000 meter ke arah barat daya. Aktivitas guguran lava juga terpantau di sejumlah sektor, seperti ke arah Kali Boyong, Krasak, Bebeng, dan Sat/Putih dengan jarak luncur hingga lebih dari 2.000 meter.

Secara visual, Merapi teramati mengeluarkan asap putih dengan tekanan lemah hingga sedang, dengan ketinggian kolom asap berkisar 10–25 meter. Dari sisi morfologi, teramati sedikit perubahan pada Kubah Barat Daya akibat aktivitas guguran lava, sementara Kubah Tengah relatif stabil.

“Potensi bahaya utama Merapi saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan–barat daya, meliputi Sungai Boyong hingga sejauh 5 kilometer serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga sejauh 7 kilometer. Pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer,” jelasnya.

Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik diperkirakan dapat menjangkau radius hingga 3 kilometer dari puncak.

BACA JUGA : Awan Panas Guguran Merapi Meluncur 1 Kilometer Sore Ini di Tengah Hujan Lebat

BACA JUGA : Awan Panas Guguran Terjadi di Merapi Pagi Ini, BPPTKG Ungkap Detailnya

“Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung, sehingga berpotensi memicu awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya,” imbuh Agus.

BPPTKG merekomendasikan pemerintah daerah, yakni Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten, untuk meningkatkan upaya mitigasi bencana, termasuk penguatan kapasitas masyarakat serta penyiapan sarana dan prasarana evakuasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: