DIY Jadi Laboratorium Nasional, Dari Reformasi Kelurahan hingga Lumbung Mataraman

DIY Jadi Laboratorium Nasional, Dari Reformasi Kelurahan hingga Lumbung Mataraman

Musyawarah Daerah (Musda) ISMAYA DIY 2026 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Bantul, Rabu (14/1/2026).--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

BANTUL, diswayjogja.id - Peran tokoh senior dinilai penting dalam menjaga keberlanjutan nilai keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terutama melalui pendampingan dan diskusi lintas generasi di lingkungan pemerintahan maupun kelurahan.

Anggota ISMAYA, Bambang Wisno Handoyo, menekankan pentingnya relasi mentor antara figur yang masih aktif di pemerintahan daerah dengan para senior yang telah purnabakti, dalam sebuah forum diskusi kebijakan keistimewaan.

“Di sinilah peran Bapak Ibu yang sudah senior. Saya berdiskusi dengan Pak Bambang Wisnu soal keistimewaan, karena beliau sudah di luar Pemda, sementara saya masih di dalam Pemda,” katanya, Rabu (14/1/2026). 

Menurutnya, pertukaran gagasan antara senior dan pejabat aktif menjadi ruang refleksi untuk melihat apa saja yang masih kurang dan belum terwujud dalam pelaksanaan keistimewaan DIY.

Dari proses itu, kebijakan yang belum optimal dapat dilanjutkan dan diperbaiki.

“Perlu ada mentor dan diskusi terkait apa yang kurang dan apa yang belum terwujud di daerah, sehingga bisa dilanjutkan ke depan,” ucapnya. 

BACA JUGA : Mlati Menang Xpander, Bank Sleman Luncurkan e-Kalurahan dan UMKM Award

BACA JUGA : Kalurahan Bantul Fokus 40% P2BMP untuk Pengentasan Kemiskinan

Ia menilai, pola pendampingan serupa juga relevan diterapkan di tingkat kelurahan. Pengalaman lurah terdahulu dapat menjadi bahan diskusi dan pembelajaran bagi lurah yang saat ini masih aktif menjabat.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa tujuan akhir dari sinergi tersebut adalah menciptakan rasa aman, nyaman, dan tenteram bagi masyarakat.

Nilai keistimewaan, menurutnya, harus benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari warga.

“Intinya, masyarakat harus aman, nyaman, dan tenteram. Apa pun manusianya, apa pun budayanya, apa pun pendidikannya, Yogyakarta tetap istimewa," tuturnya. 

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga nilai keistimewaan tersebut agar tetap hidup dan relevan, tidak hanya bagi Yogyakarta, tetapi juga bagi Indonesia secara luas.

BACA JUGA : Bantul Perkuat Akuntabilitas Keuangan Kalurahan 2026 di Tengah Penurunan Fiskal

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: