MRANTASI Goes to School, Bantul Tanamkan Literasi Inflasi ke Pelajar Sejak Dini
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Bantul, Ir. Fenty Yusdayati, memberikan penjelasan tentang pentingnya literasi inflasi dalam program MRANTASI Goes to School.--Foto: HO (Humas Pemkab Bantul)
BANTUL, diswayjogja.id – Pemerintah Kabupaten Bantul mendorong peningkatan literasi inflasi dan edukasi rupiah melalui program MRANTASI Goes to School.
Program ini digelar Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bantul dan DIY berkolaborasi dengan Bank Indonesia, bertempat di Grand Rohan Jogja, Rabu (17/9/2025).
Program yang diikuti para pelajar ini bertujuan mengenalkan pemahaman inflasi serta peran rupiah sejak dini, agar generasi muda mampu menjadi agen edukasi bagi keluarga dan masyarakat luas.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Ir. Fenty Yusdayati, menjelaskan MRANTASI merupakan singkatan dari Masyarakat Lan Pedagang Tanggap Inflasi.
BACA JUGA : Sleman Gandeng BSI, Dorong Literasi Keuangan Syariah dan Kemudahan Pajak Daerah
BACA JUGA : Sri Sultan Tekankan Bank Pembangunan Daerah Lakukan Transparansi Keuangan Desa
Menurutnya, pemahaman tentang inflasi perlu diperluas agar tidak hanya menjadi konsumsi kalangan terbatas.
“Selama ini, pembahasan mengenai inflasi masih terbatas di kalangan instansi, akademisi, maupun praktisi. Padahal, literasi inflasi harus menjangkau masyarakat luas, termasuk pelajar,” katanya.
Ia menilai, keterbatasan pemahaman tersebut bisa berdampak pada kurangnya kesadaran masyarakat dalam merespons dinamika harga kebutuhan pokok. Karena itu, TPID Bantul bersama BI berinisiatif menggelar program edukasi yang menyasar sekolah.
“Pemahaman tentang inflasi penting bagi semua kalangan. Melalui program ini, kami ingin menanamkan pengetahuan sejak dini agar siswa bisa memahami dampaknya terhadap perekonomian sekaligus strategi pengendaliannya,” jelasnya.
Lebih jauh, ia mengatakan keterlibatan pelajar dalam literasi inflasi dapat menciptakan multiplier effect. Tidak hanya bermanfaat bagi siswa, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar.
“Dengan pengetahuan yang mereka miliki, pelajar dapat menjadi agen edukasi di tengah masyarakat. Mereka bisa menyampaikan informasi sederhana, misalnya tentang pentingnya menjaga daya beli dan mendukung penggunaan rupiah,” tegasnya.
Fenty juga menambahkan bahwa MRANTASI Goes to School merupakan upaya sistematis Pemkab Bantul dalam menjaga kestabilan harga di tingkat lokal.
BACA JUGA : Pemkot Yogyakarta Terima Rapor Kinerja Keuangan dan Fisik, Hasto Sebut Keep On The Track
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: