GKR Bendara Ingatkan Bahaya Eksploitasi Air Tanah, Dorong Pemanfaatan Air Hujan

GKR Bendara Ingatkan Bahaya Eksploitasi Air Tanah, Dorong Pemanfaatan Air Hujan

GKR Bendara mengingatkan masyarakat agar menghentikan eksploitasi air tanah dan kembali pada filosofi Jawa yang menekankan harmoni dengan alam, Selasa (9/9/2025).--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

SLEMAN, diswayjogja.id - Eksploitasi air tanah yang berlebihan dinilai menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan lingkungan dan ketersediaan air bersih. 

Data Dewan Sumber Daya Air Nasional menunjukkan, sekitar 70 persen kebutuhan air bersih masyarakat dan 90 persen kebutuhan industri masih dipenuhi dari air tanah.

Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara menegaskan bahwa kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama. 

“Eksploitasi air tanah yang berlebihan telah menyebabkan berbagai dampak negatif, seperti turunnya muka tanah, bahkan krisis air bersih di beberapa daerah,” katanya, Selasa (9/9/2025).

BACA JUGA :  Pelaku Penembakan Pedagang Layangan di Mantrijeron Terancam 20 Tahun Penjara, Polisi Sebut Air Gun Ilegal

BACA JUGA : Tak Terima Anaknya Dituduh, Warga Mantrijeron Tembak Pedagang Layangan Gunakan Air Gun

Ia menekankan pentingnya mencari solusi alternatif tanpa merusak lingkungan. 

“Masalah ini harus menjadi perhatian kita bersama, termasuk bagaimana mencukupi kebutuhan air masyarakat tanpa harus mengeksploitasi lingkungan,” ujarnya.

Menurut GKR Bendara, pelestarian lingkungan juga memiliki akar kuat dalam budaya. Ia menuturkan, ada filosofi sederhana dari tradisi di Keraton. 

“Di Keraton, ada tradisi berjalan tanpa alas kaki. Filosofinya adalah, apapun yang diberikan alam kepada kita, harus dihargai. Ketika panas, kita jalani; ketika hujan, kita nikmati,” jelasnya.

Filosofi itu, lanjutnya, bisa menjadi pengingat untuk tidak berlebihan dalam menggunakan sumber daya alam. 

“Tidak boleh berlari, karena itu bagian dari mengapresiasi pemberian Gusti Allah,” tuturnya. 

Filosofi Jawa Ajarkan Harmoni dengan Alam dan Air

Nilai-nilai luhur dalam filosofi Jawa dinilai sangat relevan untuk menjawab tantangan krisis lingkungan dan air bersih saat ini. 

BACA JUGA : Deretan Merek Jam Tangan Wanita Anti Air dengan Model Kece, Cocok untuk Aktivitas Outdoor

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: