Reshuffle Kabinet, Haedar Nashir: Jabatan Bukan Kebanggaan, Belajarlah Empati dan Peduli Rakyat
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dalam Pidato Kebangsaan 80 Tahun Indonesia Merdeka menyampaikan refleksi kritis atas kondisi bangsa, Sabtu (16/08/2025). --Dok. PP Muhammadiyah
YOGYAKARTA, diswayjogja.id – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menanggapi perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/9/2025) di Istana Negara, Jakarta.
Haedar menekankan bahwa para menteri dan wakil menteri yang baru dilantik kini memikul tanggung jawab yang sangat berat di tengah meningkatnya sorotan dan ekspektasi publik.
Menurut Haedar, jabatan publik bukanlah sebuah kebanggaan pribadi, melainkan amanat besar yang menuntut integritas tinggi, baik secara kemampuan profesional di bidangnya maupun sikap moral dan etika sebagai pejabat negara.
“Jabatan baru itu bukan kebanggaan, tetapi amanat yang sangat berat sejalan mandat Asta Cita Presiden dan Konstitusi,” ujar Haedar, Senin (8/9/2025).
BACA JUGA : Haedar Nashir Terima Anugerah Bintang Mahaputra Utama dari Presiden Prabowo
BACA JUGA : Pakar Hukum Tata Negara Singgung Amnesti dan Abolisi, Kado Kemerdekaan Presiden Prabowo untuk Rekonsiliasi
Haedar mengingatkan bahwa masyarakat kini semakin kritis dan sensitif terhadap perilaku para pejabat. Bahkan hal kecil seperti pilihan kata, gestur tubuh, dan sikap sehari-hari akan dinilai oleh publik dengan seksama, terlebih pasca gelombang demonstrasi dan kerusuhan akhir Agustus lalu yang menjadi momentum munculnya berbagai tuntutan dari masyarakat.
“Dalam aspek kemampuan di bidangnya maupun sikap moral selaku pejabat publik akan selalu dihisab publik. Salah ucapan, gesture, dan sikap keseharian pun akan dinilai dengan sensitivitas tinggi,” lanjut Haedar.
Haedar juga mengimbau agar para menteri dan wakil menteri yang baru tidak menunjukkan sikap arogan atau tidak peka terhadap penderitaan rakyat.
Sebaliknya, mereka diminta untuk belajar empati, peduli, dan sepenuhnya mengabdi kepada bangsa dan negara.
BACA JUGA : Pertemuan Presiden Prabowo dan Megawati, Pengamat Politik UGM Sebut Negosiasi Pasca Pemilu
BACA JUGA : Refleksi Maulid Nabi, Haedar Nashir Sebut Keteladanan Rasulullah dalam Merawat Persatuan dan Perdamaian
“Jangan menunjukkan sikap tindak yang sembarangan apalagi menyakiti hati rakyat. Belajarlah empati dan peduli pada keadaan dan nasib rakyat yang hidupnya susah,” pesannya.
Menutup pernyataannya, Haedar mengingatkan agar para pejabat baru tidak menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: