Tercatat 2,04 Persen, Pemda DIY Pastikan Inflasi 2025 Tetap Terjaga
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X (tengah), memimpin kegiatan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah se-DIY, di Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Selasa (24/6/2025). --Dok. Pemda DIY
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, memastikan angka inflasi selama 2025 tetap terjaga.
Sri Sultan mengatakan, hingga Mei 2025, inflasi DIY tercatat sebesar 2,04 persen (yoy), berada dalam rentang target nasional 2,5 ± 1 persen (yoy).
Inflasi bukan hanya perihal statistik dan angka, kata Sri Sultan, melainkan cermin dari daya tahan sistem pangan dan daya hidup rakyat.
“Di balik kerja teknokratis ini, ada semangat luhur yang terus kita jaga, bahwa pangan adalah hak dasar rakyat, dan menjaga stabilitas harga adalah wujud tanggung jawab moral dan konstitusional pemerintah, terhadap kesejahteraan masyarakat,” ungkap Sri Sultan, dalam kegiatan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah se-DIY, di Alana Yogykarta Hotel & Convention Center, Selasa (24/6/2025).
BACA JUGA : Keluarkan Surat Edaran, Pemda DIY Minta Masyarakat Waspada Peningkatan Kasus Covid-19
BACA JUGA : Laporan Keuangan Pemda DIY Tahun 2024 Raih WTP, Realisasi Anggaran Daerah Capai 94,65 Persen
Sri Sultan mengatakan, pengendalian inflasi bukan semata-mata soal stabilitas ekonomi, melainkan tentang kehadiran negara dalam menjaga ketahanan keluarga dan martabat rakyat.
Selain itu, tantangan perekonomian ke depannya tentu tidak ringan. Ancaman inflasi yang terlalu rendah akibat intervensi sesaat, volatilitas harga pangan global, keterbatasan fiskal, dan kerentanan produsen terhadap gejolak pasar, menjadi hal yang harus dihadapi.
“Kita harus melangkah menuju transformasi struktural sistem pangan daerah. Langkah strategis yang dapat dikedepankan, yang bisa menjadi perhatian bupati/wali kota dan dinas terkait, atau untuk kolaborasi dengan provinsi mencakup, menjamin keberlanjutan produksi meski terjadi deflasi,” tutur Sri Sultan.
Selain itu, Sri Sultan pun menuturkan, reorientasi belanja daerah sebagai bantalan fiskal yang tangguh dapat menjadi strategi lain guna mengendalikan inflasi daerah.
BACA JUGA : Enam Dubes RI Kerjasama dengan Pemda DIY Bidang e-Government dan Digital Development
BACA JUGA : Fokus Layani Wisatawan, Pemda DIY Lakukan Perubahan Trayek Bus Listrik
Selanjutnya, bisa dilakukan modernisasi prasarana dan infrastruktur pertanian berbasis teknologi dan inovasi, membuat neraca pangan DIY secara transparan dan komprehensif di kabupaten/kota, mengoptimalkan lahan tidur dan tanah kas desa untuk memperkuat produksi lokal, serta memperkuat komunikasi publik agar ekspektasi inflasi tetap rasional.
“Untuk itu, pertemuan ini bukan sekadar ritual koordinasi, tetapi panggilan strategis bagi kita semua, untuk merawat stabilitas, memperkuat fondasi ketahanan daerah, dan merancang langkah-langkah kolaboratif. Dengan begitu, daya beli masyarakat dan kesinambungan pertumbuhan ekonomi bisa terjaga,” terangnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: