Kasus Korupsi Eks Kadiskominfo Sleman, Bupati Harda Ingatkan Pentingnya Nilai Keagamaan bagi ASN
Bupati Sleman Harda Kiswaya, ditemui di GOR Lembah UGM, Senin (29/9/2025), menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai keimanan beragama dalam membentuk karakter aparatur sipil negara (ASN), menyusul eks Kadiskominfo Sleman tersandung kasus korupsi.--Foto: Anam AK/diswayjogja.id
SLEMAN, diswayjogja.id - Menanggapi kasus korupsi yang menjerat mantan pejabat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sleman, Bupati Sleman Harda Kiswaya menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai keimanan dan kehidupan beragama dalam membentuk karakter aparatur sipil negara (ASN).
Bupati Harda menyebut bahwa kasus tersebut menjadi bahan refleksi dan pekerjaan rumah (PR) bagi seluruh pemangku kepentingan, terutama dalam membina mental dan spiritual para ASN di lingkungan pemerintahan.
“Berkaitan dengan peristiwa kemarin, ada teman saya yang gak boleh pulang. Itu berkaitan dengan kehidupan iman dan beragama. Ini PR bagi saya untuk bisa menguatkan teman-teman agar menjalankan ibadah dengan baik,” ujarnya ditemui di GOR Lembah UGM, Senin (29/9/2025).
Harda menambahkan, dasar-dasar agama sangat penting dalam membentuk integritas dan moral seseorang.
BACA JUGA : Kejati DIY Tetapkan Mantan Kepala Diskominfo Sleman sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Rp3,9 Miliar
BACA JUGA : Dugaan Korupsi Diskominfo Sleman, Bupati Harda Kiswaya Dukung Proses Tim Penyidik Kejati DIY
Pihaknya menegaskan bahwa penguatan nilai-nilai keagamaan perlu dilakukan tidak hanya dalam tataran individu, tetapi juga dalam konteks pengelolaan organisasi pemerintahan.
“Islam ya sholat, Nasrani juga punya cara ibadah sendiri, Hindu pun sama. Semua agama mengajarkan kebaikan. Kalau itu dijalankan dengan sungguh-sungguh, saya yakin akan terbentuk pribadi yang arif dan bijak,” tegasnya.
Untuk itu, pihaknya merencanakan akan menghadirkan berbagai kegiatan dan pelatihan (diklat) yang fokus pada peningkatan semangat dan pemahaman keagamaan di kalangan ASN.
Menurutnya, nilai-nilai spiritual mampu menjadi benteng utama untuk mencegah tindakan menyimpang seperti korupsi.
BACA JUGA : Kejati DIY Telusuri Dugaan Aliran Dana dalam Kasus Korupsi Diskominfo Sleman
BACA JUGA : Kejati DIY Geledah Rumah Mantan Kadiskominfo Sleman, Sita Mobil dan Enam Jam Tangan
“Kita ingin membentuk ASN yang tidak hanya cerdas secara teknis, tapi juga matang secara spiritual. Dengan begitu, mereka tidak akan kemrungsung pikirannya dan selalu bersyukur dalam hidupnya,” jelas Harda.
Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta (Kejati DIY) resmi menetapkan mantan Kepala Diskominfo Kabupaten Sleman berinisial ESP sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pada pengadaan layanan internet dan sewa Colocation Disaster Recovery Center (DRC).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: