Soimah Ungkap Perjalanan Hidup di Yogyakarta, Curhat ke Sri Sultan Soal Pajak Seniman
Seniman Soimah Pancawati, membagikan kisah perjalanan hidupnya saat mengikuti Dialog Kebangsaan untuk Indonesia Damai bersama Sri Sultan Hamengku Buwono X dan GKR Hemas, di Sasono Hinggil Dwi Abad, Kraton, Kota Yogyakarta, Minggu (26/10/2025).--Dok. Pemda DIY
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Seniman sekaligus presenter, Soimah Pancawati, membagikan kisah perjalanan hidupnya saat mengikuti Dialog Kebangsaan untuk Indonesia Damai bersama Sri Sultan Hamengku Buwono X dan GKR Hemas, di Sasono Hinggil Dwi Abad, Kraton, Kota Yogyakarta, Minggu (26/10/2025).
Dalam kesempatan itu, Soimah menceritakan perjalanan hidupnya dari seorang gadis pesisir di Jawa Tengah hingga menjadi seniman yang menetap di Yogyakarta.
Soimah mengungkapkan bahwa masa kecilnya dihabiskan di Desa Bandungsari, Kabupaten Pati, dengan kehidupan sederhana dan jauh dari dunia kesenian profesional.
“Hidup saya setiap harinya bergulat dengan ikan. Waktu itu saya tidak punya cita-cita dan tidak tahu hidup saya akan dibawa ke mana. Saya hanya punya hobi menari dan menyanyi,” ujarnya.
BACA JUGA : Sri Sultan HB X: Saya Tunduk pada Undang-Undang Republik, Tegaskan Beda Peran sebagai Raja dan Gubernur
BACA JUGA : Kisah Seniman Mural Eko Virgi asal Yogyakarta yang Mengalirkan Seni dari Hati
Usai menamatkan pendidikan SMP, Soimah memutuskan merantau ke Yogyakarta untuk menempuh pendidikan dan menimba ilmu di bidang seni serta budaya.
“Setelah sekolah dan kuliah di Jogja, saya banyak belajar dari para seniman dan senior. Dari situlah hidup dan nasib saya berubah,” tuturnya.
Perempuan yang dikenal sebagai pelantun dangdut koplo ini juga mengaku memiliki cita-cita sederhana saat pertama kali tinggal di Yogyakarta.
“Cita-cita saya waktu itu cuma satu, bagaimana caranya punya suami orang Jogja biar saya bisa jadi orang Jogja,” candanya yang disambut tawa audiens.
BACA JUGA : Seniman dan Budayawan Yogyakarta Gelar Doa Bersama Lintas Iman, Bentuk Empati untuk Negeri
BACA JUGA : Hamzah Sulaeman, Seniman dan Pengusaha Raminten Yogyakarta Meninggal Dunia
Kini, Soimah mengaku bangga menjadi bagian dari masyarakat Yogyakarta dan memilih untuk menetap hingga akhir hayatnya.
“Ngarsa Dalem jangan coba-coba mengusir saya dari Jogja, saya pasti ngeyel. Masa tua saya, hidup dan mati saya, saya akan tinggal di Yogyakarta,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: