Hamzah Sulaeman, Seniman dan Pengusaha Raminten Yogyakarta Meninggal Dunia

 Hamzah Sulaeman, Seniman dan Pengusaha Raminten Yogyakarta Meninggal Dunia

Jenazah Hamzah Sulaeman disemayamkan di Perkumpulan Urusan Kematian Jogjakarta (PUKJ) Kasihan Bantul, Kamis (24/4/2025). Sosok seniman dan pengusaha Yogyakarta itu wafat di usia 75 tahun. --Foto: Anam AK/diswayjogja.id

BANTUL, diswayjogja.id - Pengusaha Hamzah Batik Yogyakarta dan House of Raminten, Hamzah Sulaeman, meninggal dunia pada Rabu (23/4/2025) malam pukul 22.34 WIB di RSUP dr. Sardjito.

Tim Pengembangan Hamzah Batik sekaligus kerabat dekat, Parji Ronowijoyo, menuturkan bahwa Hamzah telah berpulang sehingga segenap keluarga memohon doa dari masyarakat dan memohon maaf atad kesalahan dan kekhilafan.

"Segenap keluarga besar Hamzah batik dan Raminten Grup turut berduka atas kepergian beliau. Bagi kami, sosok beliau adalah sebagai pelestari budaya yang berjuang demi menjaga tradisi Jogja," ujarnya ditemui di di Perkumpulan Urusan Kematian Jogjakarta (PUKJ), Kasihan, Bantul, Kamis (24/4/2025).

Salah satu seniman Yogyakarta ini meninggal di usia 75 tahun, di mana lahir pada Januari 1950. Dia meninggal dunia disebabkan penyakit yang dideritanya. 

BACA JUGA : Jelajahi Pesona The House Of Raminten Jogja, Ikon Kuliner dan Budaya Yogyakarta Yang Unik

BACA JUGA : The House of Raminten; Rekomendasi Tempat Makan Paling Ikonik di Yogyakarta

"Beliau sakit gerah sepuh, sebetulnya sakitnya lebih ke sakit tua ya, jadi beliau dirawat karena sakit gula. Rencananya alhamarhum bapak Hamzah akan dikremasi pada hari Sabtu. Beliau dirawat di rumah sakit sejak Senin pagi," katanya.

Menurutnya, Hamzah Sulaeman merupakan sosok pejuang pelestari budaya yang ada di Yogyakarta. Bahkan, dia sebagai figur yang sangat inspirasi dan sosok yang sederhana, yang selalu mengajarkan untuk  selalu berbuat baik memanusiakan manusia.

"Beliau ini, pada masa itu ada TV lokal Jogja yang bekerjasama untuk membuat sitkom. Jadi, sosok Raminten ini memang nama beliau ketika berada di panggung ketoprak dan akhirnya dalam sitkom itu dipakai beliau untuk nama Raminten dan itu menjadi sebuah inspirasi bagi kami, akhirnya kita, kuatkan dengan dipakai untuk nama bisnis beliau," jelas Parji.

Hamzah Sulaeman juga mendapatkan gelar dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat bernama Kanjeng Mas Tumenggung (KMT) Tanoyo Hamidjinindyo, karena sosok yang melestarikan budaya di Yogyakarta. 

BACA JUGA : Sarkem Fest Kembali Digelar, Tawarkan Apem Kuliner Khas Kampung Sosrowijayan

BACA JUGA : Usung Tema Resistance, Mahasiswa ISI Yogyakarta Kembali Gelar Festival Film Pendek Sewon Screening

"Beliau mendapat gelar dari Keraton Jogja, karena salah satunya melestarikan budaya-budaya Jogja," tuturnya.

Sementara Hamzah Batik dan Raminten tutup beroperasi selama satu hari karena dalam suasana berkabung.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: