GKR Mangkubumi: Musda Pramuka DIY Jadi Ajang Refleksi dan Pengabdian

GKR Mangkubumi: Musda Pramuka DIY Jadi Ajang Refleksi dan Pengabdian

Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka DIY, GKR Mangkubumi (kiri), menyerahkan piagam penghargaan kepada mitra Kwarda Gerakan Pramuka DIY, disela acara pembukaan Musda di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Sabtu (11/10/2025).--Dok. Pemda DIY

YOGYAKARTA, diswayjogja.id – Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka DIY, GKR Mangkubumi, menyatakan Musyawarah Daerah (Musda) Pramuka DIY Tahun 2025 bukan sekadar agenda seremonial lima tahunan, melainkan momentum penting untuk refleksi, evaluasi, dan memperkuat pengabdian.

GKR Mangkubumi menyebut Musda sebagai ruang sakral bagi seluruh jajaran Pramuka untuk meninjau kembali perjalanan dan arah gerakan di masa depan.

“Perjalanan kita selama lima tahun ini ibarat navigasi di tengah samudra. Kita mulai berlayar di tengah pandemi COVID-19 yang menguji ketangguhan dan adaptasi. Dengan api Dasa Dharma dalam dada, kita ubah keterbatasan menjadi akselerasi digital, pembinaan anggota pun bertransformasi ke ruang-ruang virtual,” ujar Gusti Mangku dalam pembukaan Musda digelar di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Sabtu (11/10/2025).

Ia menekankan bahwa semangat reflektif dalam Musda harus menjadi dasar untuk melahirkan strategi dan inovasi baru. 

BACA JUGA : Pramuka Jadi Perekat Generasi, Bupati Sleman: Wadah Pemuda Bangun Keutuhan NKRI

BACA JUGA : Wali Kota Hasto Berikan Penghargaan Lencana kepada Anggota Gerakan Pramuka, Ingatkan Insan Pancasila

GKR Mangkubumi juga mengajak seluruh anggota Pramuka DIY untuk terus merawat semangat kebersamaan dan pengabdian yang berlandaskan nilai-nilai Satya Dharma.

“Rawatlah dan suburkanlah Pramuka Istimewa. Jadikan Musda ini sebagai kawah Candradimuka untuk menyatukan visi, mengikat janji, dan bekerja lebih keras, lebih cerdas, dan lebih kelas. Berlandaskan Satya Dharma Pramuka, kita layarkan bahtera Gerakan Pramuka menuju samudra pengabdian dan puncak kejayaan yang lebih tinggi,” serunya.

Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Setda DIY, Aria Nugrahadi, menegaskan bahwa Gerakan Pramuka harus menjadi pelopor nilai kebangsaan di tengah arus globalisasi dan tantangan ideologi transnasional.

“Tantangan kebangsaan dan toleransi kini semakin nyata. Di sinilah Pramuka menjadi benteng nilai, menanamkan cinta tanah air, menumbuhkan empati lintas iman, dan merawat keberagaman yang damai,” kata Aria.

BACA JUGA : Rakerda Gerakan Pramuka DIY 2025, Begini Arahan Sri Sultan Hamengku Buwono X

BACA JUGA : Dibuka Sri Sultan HB X, 494 Peserta Ikuti Perkemahan Antar Satuan Karya Pramuka Tingkat DIY

Menurut Aria, dunia abad ke-21 menuntut kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, dan berinovasi, sehingga Pramuka perlu memperbarui kurikulum agar lebih relevan dengan kebutuhan zaman.

“Gerakan Pramuka DIY harus menyusun strategi yang berpijak pada tantangan masa kini dan masa depan, serta menggali potensi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: