Konsul RI Tawau Ajak Belajar Keberhasilan Timnas Sepak Bola Jepang Saat Tutup APSI 2024

Konsul RI Tawau Ajak Belajar Keberhasilan Timnas Sepak Bola Jepang Saat Tutup APSI 2024

SAMBUTAN - Konsul RI Tawau menyampaikan sambutan saat penutupan rangkaian APSI SD 2024 sebagai bentuk apresiasi atas kinerja semua pihak.-ISTIMEWA-

BACA JUGA : Miliki Banyak Investor, Yogyakarta Dianugerahi Penghargaan oleh PT. Bursa Efek Indonesia

Aris Heru Utomo menuturkan, padahal sekarang ini banyak profesi-profesi yang berkembang di masyarakat. Justru berangkat dari prestasi di bidang non-akademik, seperti penyanyi, penari, pelukis dan juga olahragawan di antaranya pemain sepak bola.

"Dahulu, ketika masih di SD, saya dan kebanyakan teman-teman sebaya ketika ditanya apa cita-citanya saat kelak dewasa nanti, maka sebagian besar jawabannya adalah menjadi dokter, insinyur, pilot, tentara, polisi atau guru. Pada saat itu tidak terbayang cita-cita menjadi seniman, pemain sepakbola apalagi menjadi youtuber atau vlogger," tambah Konsul RI.  

Aris Heru Utomo menjelaskan, pihaknya mengapresiasi peran para guru-guru CLC dan orang tua dalam membimbing para pelajar/anaknya untuk menumbuh kembangkan bakatnya masing-masing.

Bisa saja, seorang pelajar tidak terlalu tertarik dengan pelajaran matematika. Tapi ternyata memiliki bakat luar biasa dalam menggambar, bermain musik atau bermain sepakbola. Padahal bakat-bakat tersebut jika diasah dengan baik sejak anak-anak maka bakat yang dimiliki akan menjadi berlian yang bermanfaat bagi masa depan sang anak.

Menurut Heru, dalam upaya memotivasi dan membuka pemikiran para guru CLC dan para orang pelajar dalam membina anak-anak, Konsul RI Tawau kemudian memberikan contoh terkini dengan merujuk pada pertandingan sepakbola penyisihan Piala Dunia 2026 Group C zona Asia antara timnas sepakbola Jepang melawan Indonesia pada 15 November 2024, dimana Samurai Biru (julukan bagi timnas Jepang) jauh lebih unggul dan menang telak 4-0 atas Indonesia. 

BACA JUGA : Kepala BPIP Jabarkan Makna Kemerdekaan Indonesia Saat Jadi Pembicara Sarasehan Pancasila di Yogyakarta

BACA JUGA : Rampung Renovasi, Museum Perjuangan Yogyakarta Resmi Dibuka dengan Visual Baru

"Keunggulan atau keberhasilan timnas Jepang atas Indonesia tidak mengagetkan. Karena kemampuan mereka sudah kelas dunia, terbukti dari keikutsertaannya dalam di setiap Piala Dunia sejak 2002. Namun keberhasilan tersebut tidak terjadi dengan tiba-tiba. Keberhasilan dicapai melalui proses pembinaan yang panjang sejak anak-anak. Mereka menyusun kurikulum sepakbola yang terpadu dan berjenjang mulai dari Pusat hingga daerah dengan melibatkan semua pihak terkait termasuk peran serta orang tua," ujarnya.

Lebih lanjut Heru menuturkan, untuk mensosialisasikan tentang sepakbola, mereka pun membuat komik sepakbola Kapten Tsubasa Ozora yang menggambarkan upaya seorang anak menjadi pemain sepakbola profesional dunia yang menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.

Komik ini dibuat, antara lain untuk menginspirasi anak-anak di Jepang untuk menjadi pemain sepakbola. Bahwa profesi sebagai pemain sepakbola tidak kalah bagusnya dengan profesi lainnya.

Mengakhiri sambutannya, Konsul RI kemudian mengajak seluruh anak-anak Indonesia yang belajar di CLC untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan dan tidak berputus asa ketika mengalami kekalahan. mengakhiri sambutannya. 

"Hari Sabtu pergi ke Pekan, Jangan lupa membeli bawang merah, Kalah dalam perlombaan bukanlah hal memalukan, Yang memalukan itu adalah menyerah," selorohnya membacakan pantun.

BACA JUGA : Tiap Hari Meningkat, Dinas Kesehatan Yogyakarta Imbau Warganya Lakukan Pencegahan Demam Berdarah

BACA JUGA : Keraton Yogyakarta Buka Peluang Menjadi Prajurit Kerajaan, Simak Syarat dan Ketentuannya Disini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: