Siswa SD di Gunungkidul Tewas Saat Menolong Temannya di Insiden Atap Sekolah Ambruk, Begini Kata Sultan HB X

Siswa SD di Gunungkidul Tewas Saat Menolong Temannya di Insiden Atap Sekolah Ambruk, Begini Kata Sultan HB X

Sultan HB X saat merespons insiden atap sekolah ambrol di Gunungkidul. Foto: Humas Pemda DIY --

GUNUNGKIDUL, DISWAYJOGJA.ID – Insiden atap kelas ambruk di Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Bogor II Playen, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Senin, 7 November 2022, menewaskan seorang siswa.

Siswa tersebut bernama Fauzi Ajitama, yang duduk di kelas VI. Fauzi mengalami luka cukup berat di kepala bagian belakang.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebut korban sempat menyelamatkan teman-temannya saat persitiwa tersebut.

BACA JUGA:Jalan Jogja-Wonosari Sempat Tak Bisa Dilintasi Karena Ambles, Ini Jalur Alternatif ke Gunungkidul

"Yang kasihan kan justru yang menolong kena (runtuhan atap)," ujar Ngarsa Dalem, dikutip dari jogja.jpnn.com, Rabu 9 November 2022.

Terkait penanganan musibah ini, Sultan HB X menyerahkan seluruhnya kepada Pemerintah Kabupaten Gunungkidul selaku pemerintah daerah setempat.

Karena menurutnya, masing-masing daerah di DIY memiliki dana darurat untuk menghadapi berbagai ancaman bencana.

BACA JUGA:Ini 5 Zona Merah di Gunungkidul yang Disebut Rawan Longsor, TRC Siaga 24 Jam

"Kami kan hanya koordinasinya kira-kira mereka butuh bantuan atau tidak. Kalau (inventarisasi gedung) seperti itu semua daerah anggarannya ada semua," katanya.

Lebih lanjut, Ngarsa Dalem mengimbau setiap daerah harus tetap waspada di saat musim hujan seperti ini.

"Memang kelihatannya di sini tidak ada banjir, tetapi sawah yang di Bantul ya tenggelam. Di musim hujan seperti ini kita perlu mengantisipasi," kata dia.

BACA JUGA:Ratusan Rider Maxi Yamaha Day Larut dalam Kekeluargaan di Pantai Jungwok Gunungkidul

Sementara Bupati Gunungkidul Sunaryanta langsung meninjau kondisi sekolah. Lalu ia menemukan sejumlah kaganjilan dalam konstruksi bangunan sekolah yang ambruk tersebut.

"Tadi saya lihat di atas pakai genting, padahal konstruksi atapnya pakai baja ringan. Jadi, tidak ada penopang yang kuat," katanya pada Selasa 8 Novenber 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: jpnn.com