Antisipasi Kejadian Luar Biasa, Dinkesda Brebes Gelar Evaluasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon
KLB - Narasumber dari Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkesda Brebes menyampaikan materi antisipasi Kejadian Luar Biasa, Selasa (7/10/2025).-Syamsul Falaq/ RATEG-
BREBES, diswayjogja.id - Sebagai upaya mencegah sekaligus memperkuat sistem deteksi dini terhadap potensi Kejadian Luar Biasa, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes menggelar Pertemuan Evaluasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR).
Tujuannya,meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi penyakit menular di 17 kecamatan. Kegiatan tersebut, dibuka langsung perwakilan Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkesda Kabupaten Brebes Ida Royani.
Bertempat di Aula Kantor Dinkesda Brebes, evaluasi SKDR diikuti para petugas laboratorium dari seluruh Puskesmas di wilayah Kabupaten Brebes, Selasa (7/10).
Menurutnya, tenaga laboratorium berperan penting dalam proses deteksi dini penyakit dalam pengambilan dan pengelolaan data laboratorium.
BACA JUGA : Januari Hingga Agustus 2025, Dinkes Brebes Catat Angka Kematian Ibu 20 dan Kematian Bayi 168 Kasus
BACA JUGA : Genjot Kepesertaan JKN, Dinkes Brebes Dukung Kepemilikan Adminduk Untuk Bayi Baru Lahir
"SKDR bukan hanya sistem pelaporan, tetapi merupakan alat strategis untuk mendeteksi lebih awal gejala atau tren penyakit yang berpotensi menjadi wabah. Oleh karena itu, peran petugas laboratorium sangat vital sebagai garda terdepan dalam memastikan keakuratan dan kecepatan data yang masuk ke sistem," jelasnya mengawali sambutan.
Evaluasi SKDR ini, lanjut Ida, fokusnya meninjau kembali pelaksanaan SKDR di masing-masing Puskesmas. Khususnya, mengidentifikasi tantangan di lapangan, serta mengevaluasi efektivitas pelaporan kasus sindromik selama periode waktu tertentu.
Bahkan, peserta diajak berdiskusi aktif mengenai berbagai kendala teknis dan non-teknis, seperti keterbatasan sumber daya, kecepatan pelaporan, serta pemahaman petugas terhadap kriteria sindrom yang wajib dilaporkan secara mingguan.
"Kegiatan ini, juga menjadi ajang memperkuat koordinasi antar petugas laboratorium dan pihak surveilans di tingkat kabupaten. Diskusi teknis , mengenai integrasi data laboratorium dengan laporan surveilans juga menjadi topik hangat yang dibahas," terangnya.
BACA JUGA : Penyedia Jasa Boga Wajib Bersertifikat Laik Higiene Sanitasi, Dinkes Brebes Gencarkan Edukasi
BACA JUGA : 181 Murid SDN Terlangu 1 Brebes Jadi Sasaran Cek Kesehatan Gratis Launching Serentak
Ida Royani menuturkan, sebagai bagian dari sistem SKDR laboratorium memiliki peran krusial. Yakni, memastikan laporan sindromik yang dilaporkan oleh Puskesmas dapat didukung dengan data uji laboratorium yang valid.
Dalam beberapa kasus KLB, kecepatan konfirmasi laboratorium menjadi kunci dalam menentukan langkah intervensi yang cepat dan tepat sasaran.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: