Dini Hari Merapi Alami Guguran Lava 2,5 Kilometer ke Kali Boyong, Pagi Berangsur Stabil

Dini Hari Merapi Alami Guguran Lava 2,5 Kilometer ke Kali Boyong, Pagi Berangsur Stabil

Gunung Merapi terpantau mengalami guguran lava sebanyak tiga kali ke arah Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.500 meter pada Jumat (16/10/2026) dini hari.--FOTO : Istimewa-Info Frekom

SLEMAN, diswayjogja.id – Gunung Merapi terpantau mengalami guguran lava sebanyak tiga kali ke arah Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.500 meter pada Jumat (16/10/2026) dini hari. Meski aktivitas guguran lava sempat teramati pada pukul 03.00 WIB, kondisi gunung berangsur stabil pada pagi hari.

Berdasarkan pantauan CCTV Kemirikebo yang berjarak sekitar sembilan kilometer dari puncak Merapi, guguran lava teramati meluncur ke arah Kali Boyong. Sementara itu, pemantauan melalui induk frekuensi radio komunikasi Tagana DIY juga melaporkan adanya guguran lava ke arah barat daya.

Memasuki pukul 06.00 WIB, kondisi Gunung Merapi mulai stabil. Gunung terlihat jelas dengan asap kawah berwarna putih, berintensitas tipis, dan bertekanan lemah. Asap teramati membubung setinggi sekitar 100 meter ke arah puncak kawah.

Berdasarkan data kegempaan dalam laporan pemantauan, tercatat 13 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–40 milimeter dan durasi 65,79–163,13 detik. Selain itu, tercatat 21 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 1–26 milimeter dan durasi 14,29–34,67 detik.

BACA JUGA : Asap di Gunung Merapi Bikin Heboh, TNGM Jelaskan Sumber Asap dan Kondisi Terkini

BACA JUGA : Gunung Merapi Erupsi Guguran Pagi Ini, Awan Panas Meluncur 2 Km ke Arah Barat Daya

Meski kondisi visual pada pagi hari berangsur stabil, Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat diminta tidak mengartikan kondisi yang terlihat lebih tenang sebagai tanda bahwa potensi bahaya telah berakhir.

Penyusun laporan pemantauan, Yulianto, menyampaikan bahwa potensi bahaya Gunung Merapi saat ini masih berupa guguran lava dan awan panas guguran (APG), terutama pada sejumlah alur sungai yang berhulu di gunung tersebut.

“Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal lima kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal tujuh kilometer,” demikian keterangan dalam laporan pemantauan yang disusun Yulianto.

Pada sektor tenggara, potensi bahaya guguran lava dan awan panas guguran meliputi Sungai Woro sejauh maksimal tiga kilometer dan Sungai Gendol sejauh maksimal lima kilometer. Sementara itu, apabila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik berpotensi menjangkau radius tiga kilometer dari puncak.

BACA JUGA : Gunung Merapi Erupsi Awan Panas Selasa Malam, Luncur 2 Kilometer ke Arah Boyong

BACA JUGA : Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, 67 Pendaki Ilegal Nekat Masuk Kawasan Terlarang Hingga Juni 2026

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung. Kondisi ini dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: