Kubah Lava Merapi Bertambah 10.300 Meter Kubik, Suplai Magma Masih Berlangsung
Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran sejauh 2.000 meter ke arah Kali Sat/Putih pada Jumat (28/8/2026) malam. BPPTKG mencatat 103 guguran dalam sehari dan mengimbau warga menjauhi kawasan bahaya karena status Merapi masih Level III (Siaga).--dok. Induk Frekom 86
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Aktivitas Gunung Merapi masih tergolong tinggi dengan pola erupsi efusif. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) memastikan status Gunung Merapi tetap berada pada level Siaga berdasarkan hasil pemantauan periode 4–10 September 2026.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, mengatakan data pengamatan visual maupun instrumental menunjukkan suplai magma ke tubuh Gunung Merapi masih berlangsung.
“Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat ‘Siaga’,” ujar Agus dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/9/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut masih berpotensi memicu awan panas guguran (APG) di dalam kawasan potensi bahaya sehingga masyarakat diminta tetap menjauhi zona rawan.
BACA JUGA : Risiko Merapi dan Megathrust Tinggi, Anggaran Bencana DIY Rp18,3 Miliar Dipertanyakan
BACA JUGA : Titik Api Kembali Terpantau di Lereng Merapi, TNGM: Asap Mulai Mengecil
Sepanjang pekan pengamatan, BPPTKG mencatat 47 kali guguran lava, terdiri atas 18 kali ke arah hulu Kali Krasak dengan jarak luncur maksimal 1.800 meter, serta 29 kali ke arah hulu Kali Sat/Putih dengan jarak maksimal 2.000 meter.
Dari sisi visual, Merapi tampak mengeluarkan asap putih setinggi 10 hingga 100 meter dengan intensitas tipis hingga tebal. Survei drone yang dilakukan pada 9 September 2026 juga menunjukkan volume kubah lava di sisi barat daya terus bertambah.
BPPTKG mencatat volume Kubah Barat Daya meningkat sekitar 10.300 meter kubik menjadi 4.173.600 meter kubik. Sementara Kubah Tengah belum dapat diukur karena tertutup asap kawah sehingga volumenya masih mengacu pada pengukuran sebelumnya, yakni 2.369.600 meter kubik.
Selain itu, suhu Kubah Barat Daya mencapai 331,7 derajat Celsius, sedangkan suhu tertinggi Kubah Tengah terukur 315,9 derajat Celsius.
BACA JUGA : Asap di Gunung Merapi Bikin Heboh, TNGM Jelaskan Sumber Asap dan Kondisi Terkini
BACA JUGA : Merapi Muntahkan Awan Panas 2 Km, BPPTKG Deteksi Aktivitas Jumat Malam
Aktivitas kegempaan Merapi juga masih tinggi. Dalam sepekan terakhir, jaringan seismik merekam 579 gempa guguran (RF), 463 gempa fase banyak (MP), 37 gempa vulkanik dangkal (VTB), serta 10 gempa tektonik (TT).
Meski demikian, intensitas kegempaan secara umum dinilai relatif sama dibandingkan pekan sebelumnya. Sementara dari sisi deformasi, pemantauan menggunakan EDM dan GPS tidak menunjukkan perubahan signifikan pada tubuh gunung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: