Sempat Muncul Kasus Hantavirus di Jogja, Dinkes Minta Warga Tak Panik
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinkes Kota Yogyakarta, dr. Lana Unwanah, menegaskan super flu tidak sebahaya COVID-19 dan masyarakat diimbau tetap waspada dengan menerapkan PHBS.--FOTO: Anam AK/diswayjogja.id
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta mengungkapkan sebanyak enam kasus positif hantavirus ditemukan di Daerah Istimewa Yogyakarta sepanjang 2025. Seluruh pasien dilaporkan sembuh dan tidak ada kasus kematian.
Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Dinkes Kota Yogyakarta, Lana Unwanah mengatakan di Kota Yogyakarta sendiri pernah ditemukan satu kasus positif hantavirus pada tahun lalu.
“Pernah ada kasus tahun lalu, kalau yang tahun ini belum ada laporan,” ujar Lana saat dihubungi, Jumat (8/5/2026).
Ia menjelaskan, selama ini fasilitas kesehatan sentinel untuk pemeriksaan hantavirus di DIY berada di RSUP Dr. Sardjito. Pasien dengan gejala yang mengarah ke leptospirosis atau hantavirus akan menjalani pemeriksaan laboratorium di rumah sakit tersebut.
BACA JUGA : Dinkes Jogja Pantau ISPA hingga ILI, Pastikan Belum Ada Indikasi Virus Nipah
BACA JUGA : Wamenkes Ungkap Status Virus Nipah, Indonesia Sudah Aktifkan Screening Bandara
“Untuk hantavirus, selama ini faskes sentinel di DIY itu RS Sardjito. Jadi jika ada pasien dengan gejala atau indikasi mengarah ke lepto atau hantavirus yang periksa ke Sardjito itu yang dites lab-nya,” katanya.
Lana menegaskan masyarakat tidak perlu panik menghadapi hantavirus. Menurutnya, penyakit tersebut masih bisa ditangani dengan pengobatan intensif seperti leptospirosis karena sama-sama ditularkan melalui tikus.
“Intinya tidak perlu panik ya. Jaga kebersihan di rumah dan lingkungan,” ucapnya.
Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DIY, Ari Kurniawati menyebut pada 2026 hingga saat ini belum ada laporan kasus positif hantavirus di DIY. Namun, terdapat suspek yang masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Kementerian Kesehatan.
BACA JUGA : Belum Ada Kasus, Pemda DIY Tetap Waspada Ancaman Virus Nipah
BACA JUGA : 33 Kasus Campak Ditemukan di Sleman hingga Maret 2026, Dinkes: Sebagian Diduga Kasus Impor
“Tahun 2026 sampai saat ini belum ada laporan kasus positif hantavirus dari sentinel rutin yang telah diperiksa laboratorium, sementara suspek atau terduga hantavirus yang sedang dalam proses pemeriksaan laboratorium masih menunggu hasilnya,” jelas Ari.
Dinkes DIY menjelaskan hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui hewan pengerat, khususnya tikus. Penularannya dapat terjadi melalui kontak langsung dengan urine, feses, atau air liur tikus yang terinfeksi, hingga menghirup udara yang terkontaminasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: