Harga Plastik Meledak, Warga Bantul Dipaksa Ubah Cara Belanja
Kantong plastik belanjaan--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
BANTUL, diswayjogja.id - Lonjakan harga plastik yang terjadi di Kabupaten Bantul mulai mengubah kebiasaan belanja masyarakat.
Kenaikan harga yang disebut mencapai dua kali lipat dari kondisi normal membuat pedagang kelimpungan menanggung biaya tambahan, sekaligus mendorong warga beradaptasi dengan membawa tas belanja sendiri dari rumah.
Di sejumlah pasar tradisional dan toko kelontong, kantong plastik yang sebelumnya diberikan secara cuma-cuma kini mulai dibatasi, bahkan ada yang ditiadakan.
Pedagang memilih langkah tersebut sebagai upaya menekan biaya produksi yang terus meningkat.
Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul, Prapta Nugraha, mengungkapkan bahwa lonjakan harga plastik bukan terjadi tanpa sebab.
Ia menyebut kondisi geopolitik global turut memengaruhi pasokan bahan baku plastik, sehingga berdampak langsung pada harga di tingkat pedagang.
BACA JUGA : Sorong Gandeng Yogyakarta, Uji Sampah Plastik Tak Lagi ke Luar Daerah
BACA JUGA : Pemkot Yogyakarta Batasi Plastik di Pasar Tradisional, Hasto Ajak Warga Gunakan Wadah Berulang
“Kenaikan harga plastik ini dipicu situasi global yang memengaruhi bahan baku, sehingga harganya bisa naik sampai dua kali lipat,” katanya, Rabu (8/4/2026).
Kondisi tersebut, lanjutnya, membuat pelaku usaha harus memutar otak agar tetap bisa bertahan tanpa harus sepenuhnya membebankan kenaikan biaya kepada konsumen.
Salah satu langkah yang mulai didorong adalah mengubah perilaku belanja masyarakat agar lebih mandiri dan ramah lingkungan.
“Pelaku usaha perlu menyesuaikan strategi, salah satunya dengan membiasakan konsumen membawa tas belanja sendiri dari rumah,” ucapnya.
Meski terlihat sederhana, perubahan ini tidak selalu mudah diterapkan.
Sebagian konsumen masih terbiasa mengandalkan kantong plastik yang praktis dan mudah didapat. Namun, tekanan harga membuat pilihan tersebut semakin terbatas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: