Pakar UGM: Istirahat Tiap 4 Jam Saat Mudik untuk Hindari Microsleep di Jalan Tol

Pakar UGM: Istirahat Tiap 4 Jam Saat Mudik untuk Hindari Microsleep di Jalan Tol

Gerbang Tol Fungsional Purwomartani yang baakan dibuka selama mudik Lebaran mulai 16-29 Maret 2026, di mana Pakar UGM mengingatkan pentingnya kesiapan kendaraan dan manajemen kelelahan untuk mencegah kecelakaan.--FOTO: Anam AK/diswayjogja.id

“Semua dipersiapkan agar bisa menjadi alternatif strategis bagi pemudik ketika rest area resmi di jalan tol mengalami penumpukan kendaraan,” jelasnya.

Fasilitas tersebut diproyeksikan beroperasi 24 jam mulai H-7 hingga H+7 Lebaran agar pengemudi dapat beristirahat dengan nyaman.

BACA JUGA : Arus Mudik Lebaran 2026 di DIY Diperkirakan Membludak 8,2 Juta Orang, Ini Strategi Pengamanannya

BACA JUGA : Lebaran 2026, ASN DIY Dilarang Pakai Mobil Dinas untuk Kepentingan Pribadi

Dwi Ardianta juga mengingatkan pemudik, khususnya pengemudi kendaraan pribadi dan operator bus, agar memastikan kesiapan teknis kendaraan sebelum memulai perjalanan jauh.

Menurutnya, pemeriksaan komponen vital seperti ban, sistem pengereman, oli mesin, cairan radiator, hingga minyak rem harus dilakukan secara menyeluruh.

“Mengabaikan kesiapan teknis kendaraan sama halnya dengan membuka peluang besar terjadinya kecelakaan fatal di jalan raya,” tegasnya.

Dia juga mengingatkan risiko microsleep akibat kelelahan saat berkendara jarak jauh. Untuk mengurangi risiko tersebut, pengemudi disarankan beristirahat minimal 15–30 menit setelah mengemudi maksimal empat jam.

BACA JUGA : Arus Mudik Lebaran 2026, Tol Purwomartani–Prambanan Dibuka Gratis dari Jogja

BACA JUGA : Waspada Jalur Rawan Longsor Saat Mudik, Tol Prambanan - Purwomartani Dibuka 16 - 29 Maret

“Manfaatkan rest area tol atau masjid yang telah disiapkan pemerintah untuk sekadar meregangkan otot dan memulihkan fokus sebelum melanjutkan perjalanan,” sarannya.

Selain faktor keselamatan, pemudik juga disarankan memanfaatkan teknologi informasi lalu lintas yang kini semakin akurat.

Aplikasi navigasi digital dapat digunakan untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time dan menyesuaikan perjalanan dengan rekayasa lalu lintas seperti one way, contraflow, maupun pembatasan operasional kendaraan barang.

“Perjalanan di luar jam puncak arus mudik akan terasa jauh lebih lengang dan bebas stres,” imbuhnya.

Dia menambahkan, pemudik juga perlu memperhatikan kenyamanan di dalam kendaraan, terutama jika bepergian bersama anak-anak atau lansia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: