Gerakan Tanah Ancam Rumah Warga di Pajangan Bantul, BPBD Beri Atensi Tinggi

Gerakan Tanah Ancam Rumah Warga di Pajangan Bantul, BPBD Beri Atensi Tinggi

Petugas meninjau lokasi gerakan tanah yang mengancam rumah warga di Kalurahan Triwidadi, Kapanewon Pajangan, Bantul.--Foto: IST

BACA JUGA : BPBD Sleman Ingatkan Risiko Cuaca Ekstrem saat Mudik Lebaran

BACA JUGA : BPBD Sleman Siagakan Posko Bencana 24 Jam Selama Libur Lebaran

Di lokasi ini, pergerakan tanah terjadi di kawasan kompleks perumahan yang memiliki sekitar 20 unit rumah.

Menurutnya, kondisi perumahan tersebut sudah cukup mengkhawatirkan sehingga seluruh penghuni telah mengosongkan rumah mereka dan kembali ke tempat asal masing-masing.

“Di wilayah Guwo Triwidadi itu merupakan kompleks perumahan dengan sekitar 20 rumah, namun sudah tidak ditempati dan penghuni telah mengungsi ke tempat asalnya karena kondisi sudah membahayakan,” ucapnya. 

Ia menambahkan, beberapa bangunan di kompleks tersebut mengalami kerusakan pada struktur akibat retakan tanah yang cukup panjang. 

Kondisi tersebut diperparah oleh lokasi perumahan yang berada di area tebing.

Untuk sementara, pihak pengembang perumahan masih bertanggung jawab dalam penanganan awal dampak gerakan tanah, termasuk memperbaiki akses jalan dan fasilitas umum yang terdampak.

BACA JUGA : BPBD Bantul Minta Lima Warga Mengungsi Usai Tebing Longsor di Imogiri

BACA JUGA : BPBD Sleman Tetapkan Dua Status Siaga, Merapi dan Cuaca Ekstrem

“Pihak pengembang perumahan telah mengeluarkan ekskavator untuk melakukan perbaikan jalan dan akses fasilitas umum, karena di lokasi terdampak gerakan tanah terdapat beberapa fasilitas umum,” tuturnya. 

BPBD Bantul juga mencatat bahwa gerakan tanah tidak hanya terjadi di wilayah Pajangan. 

Peristiwa serupa juga ditemukan di beberapa titik lain, seperti di wilayah Kalurahan Argosari dan Argorejo, Kapanewon Sedayu.

Ia menduga gerakan tanah di dua wilayah tersebut berkaitan dengan kondisi tanah timbunan yang kurang padat sehingga mudah mengalami pergeseran saat diguyur hujan dalam waktu lama.

“Kalau gerakan tanah yang di Kelurahan Argosari–Argorejo itu diduga karena dulu tanah timbunan, lalu ada faktor kurang pemadatan tanah,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: