Film Indonesia AKDK Syuting di Korea, Perpaduan Koplo dan K-Pop
sejumlah kru dan aktor film AKDK terlihat menghadiri acara buka bersama yang digelar di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul, Korea Selatan, pada Sabtu (7/3/2026)--Foto: IST
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Saat publik di Indonesia ramai membicarakan proses syuting film Korea Selatan yang dibintangi Lisa (BLACKPINK) bersama Ma Dong-seok di kawasan Jabodetabek, pada waktu yang hampir bersamaan kru film Indonesia Ada K-Pop dalam Koplo (AKDK) justru tengah menjalani proses produksi di Korea Selatan.
Aktivitas tersebut terungkap setelah sejumlah kru dan aktor film AKDK terlihat menghadiri acara buka bersama yang digelar di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul, Korea Selatan, pada Sabtu (7/3/2026).
Film drama komedi berjudul Ada K-Pop dalam Koplo disutradarai oleh Arwin Tri Wardhana dan dibintangi sejumlah aktor Indonesia, di antaranya Ariyo Wahab, Indra Birowo, Elang El Gibran, serta Sheryl Jesslyn. Film ini juga menghadirkan penampilan khusus dari Om Wawes.
Sutradara film AKDK, Arwin Tri Wardhana, mengatakan proses syuting film tersebut memang dilakukan di dua negara, yakni Indonesia dan Korea Selatan.
Hal itu dilakukan untuk memperkuat cerita yang mengangkat pertemuan dua budaya berbeda.
“Proses syuting memang kami lakukan di dua negara, Indonesia dan Korea Selatan, untuk memperkuat cerita yang mengangkat pertemuan dua budaya,” katanya, Rabu (11/3/2026).
BACA JUGA : Disutradarai Dosen UGM, Setan Alas! Raih Penghargaan JAFF dan Bawa Warna Baru Film Horor Indonesia
BACA JUGA : Curat di Ambarukmo Plaza, Ibu dan Anak Gondol Kamera Fujifilm Rp145 Juta
Ia menjelaskan, film ini mengusung genre drama komedi yang mengangkat kisah akulturasi budaya Indonesia dan Korea Selatan dengan balutan musik koplo serta nuansa K-Pop.
“Film ini mengusung drama komedi yang bercerita tentang pertemuan budaya K-Pop dengan musik koplo yang sangat khas Indonesia,” ucapnya.
Menurutnya, cerita film tersebut berfokus pada kehidupan seorang gadis yang berprofesi sebagai penyanyi dan tinggal di Korea Selatan.
Dari situ kemudian muncul berbagai dinamika kehidupan yang mempertemukan dua budaya musik yang berbeda.
Untuk menghadirkan suasana cerita yang lebih autentik, sejumlah adegan penting dalam film ini diambil langsung di berbagai lokasi ikonik di Korea Selatan.
Beberapa di antaranya berada di kawasan jalanan Hongdae, tepi Sungai Hangang, hingga kawasan Bandara Internasional Incheon.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: