Cuaca Ekstrem Mengancam, Dispar Sleman Minta Destinasi Wisata Tingkatkan Kewaspadaan

Cuaca Ekstrem Mengancam, Dispar Sleman Minta Destinasi Wisata Tingkatkan Kewaspadaan

Kawasan wisata Tebing Breksi di Prambanan, Sleman, menjadi salah satu titik rawan yang perlu diwaspadai saat cuaca ekstrem dan lonjakan bus wisata terjadi.--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

SLEMAN, diswayjogja.id - Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pariwisata mengingatkan seluruh pengelola destinasi wisata untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Imbauan tersebut disampaikan melalui surat edaran yang akan didistribusikan kepada seluruh pengelola destinasi pariwisata di wilayah Sleman.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Kus Endarto, mengatakan langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kondisi cuaca yang belakangan tidak menentu, khususnya di kawasan lereng Gunung Merapi yang menjadi salah satu tujuan wisata favorit wisatawan.

“Terkait cuaca ekstrem yang kemungkinan terjadi, kami sudah mengeluarkan surat edaran dan akan menyampaikannya kepada semua pengelola destinasi pariwisata mulai besok,” katanya, Selasa (10/3/2026). 

Menurutnya, surat edaran tersebut menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan dari para pengelola destinasi wisata, terutama dalam memantau perkembangan cuaca sebelum menjalankan aktivitas wisata yang melibatkan wisatawan.

Ia menjelaskan, kondisi cuaca saat ini cenderung sulit diprediksi dan dapat berubah secara tiba-tiba. 

BACA JUGA : Menelusuri Keagungan Lawang Sewu, Ikon Pariwisata Semarang Paling Memikat

BACA JUGA : Pesona Pariwisata Kabupaten Cianjur Dari Keajaiban Alam Hingga Wahana Modern Paling Edukatif

Hal ini berpotensi menimbulkan risiko bagi kegiatan wisata yang berada di kawasan terbuka maupun wilayah rawan bencana.

“Intinya dalam surat edaran tersebut kami meminta agar semua pihak benar-benar memperhatikan kondisi cuaca, karena saat ini cuaca sangat tidak bersahabat," ujarnya.

Menurutnya, perubahan cuaca yang mendadak, dapat terjadi dalam waktu singkat. 

Dalam beberapa kejadian terakhir, kondisi yang semula cerah dapat berubah menjadi hujan deras dalam waktu singkat.

“Cuaca bisa berubah secara tiba-tiba, misalnya mendadak hujan atau tiba-tiba sangat terang. Hal seperti ini juga terjadi kemarin di kawasan Merapi," jelasnya. 

Ia mengatakan kawasan Merapi masih menjadi titik rawan utama karena tingginya aktivitas wisata serta kondisi jalur yang cukup menantang bagi kendaraan wisata.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: