Harga Cabai Fluktuatif Saat Ramadan, Sekda DIY Ajak Warga Tanam Sendiri di Pekarangan
Harga sayur mayur dan cabai di Pasar Beringharjo Yogyakarta melonjak menjelang Ramadan 2026 akibat cuaca hujan tinggi dan meningkatnya permintaan, cabai rawit tembus Rp90 ribu per kilogram, pada Selasa (10/2/2026).--FOTO: Anam AK/diswayjogja.id
Pemda DIY mengakui saat ini ruang intervensi terbatas, terutama terkait subsidi distribusi yang pernah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.
“Kita tidak bisa menahan petani untuk tidak mencari keuntungan. Harapannya masyarakat bijak karena kenaikan BBM juga mempengaruhi distribusi,” imbuh Ni Made.
BACA JUGA : Harga Bahan Pokok di Kota Yogyakarta Awal 2026 Masih Stabil, Cabai dan Minyak Goreng Naik
BACA JUGA : Harga Cabai hingga Emas Dorong Inflasi DIY, Namun Petani Tetap Untung
Pemda DIY berharap kondisi pasokan segera stabil agar lonjakan harga tidak berlangsung lama dan tidak menekan daya beli masyarakat menjelang Ramadan.
Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY, Eling Priswanto, menjelaskan faktor hujan menjadi pemicu utama kenaikan harga cabai.
“Kalau hujan, besok paginya pasti naik. Petani tidak berani memanen saat hujan, selain berbahaya juga mereka menahan panen karena harga bisa turun,” terangnya.
Dia menambahkan kenaikan harga di Pasar Beringharjo akan berdampak pada wilayah lain, termasuk Sleman. Fenomena ini disebutnya terjadi merata di berbagai provinsi.
Sebelumnya diberitakan, harga cabai rawit di Pasar Beringharjo melonjak dari Rp50.000 menjadi Rp90.000 per kilogram. Cabai keriting merah juga naik dari Rp35.000 menjadi Rp45.000 per kilogram. Kenaikan dipicu curah hujan tinggi, keterbatasan pasokan, serta lonjakan permintaan menjelang Ramadan 2026.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: