Ramadan dan Imlek Bertemu, PBTY XXI Atur Stand Halal dan Non-Halal di Ketandan
Suasana pengunjung di kawasan Ketandan, di mana kepadatan terjadi di sejumlah stand kuliner, pada PBTY 2025.--dok. PBTY
Panitia juga memasang penanda khusus (sign) zona halal dan non-halal untuk memperjelas pembagian area kepada pengunjung.
Tahun ini, panitia menyediakan 172 titik stand di kawasan Ketandan. Namun jumlah pendaftar telah mencapai lebih dari 300 stand, sehingga separuhnya akan melalui proses kurasi.
Rata-rata transaksi satu stand selama tujuh hari pelaksanaan PBTY mencapai sekitar Rp7 juta, meski angka tersebut bervariasi.
BACA JUGA : Ramadan di Maskam UGM Hadirkan Tokoh Nasional, Sediakan 1.500 Porsi Buka Puasa Gratis per Hari
BACA JUGA : Jelang Ramadan 1447 H, Sri Sultan Ingatkan Risiko Inflasi Pangan di DIY
“Ada yang sehari tiga sampai empat juta, ada juga yang delapan sampai sembilan juta. Tergantung jualannya dan titik strategisnya,” tutur Subekti.
Panitia berharap perputaran ekonomi tahun ini meningkat, mengingat pada 2025 sejumlah tenant mengeluhkan penurunan penjualan dibanding 2023.
Karena bertepatan dengan Ramadan, kegiatan tetap dimulai pukul 17.00 WIB untuk mendukung aktivitas ngabuburit masyarakat. Akan ada takjil bersama, zumba, dongeng anak, hingga pertunjukan wayang potehi setiap hari.
Panggung utama tahun ini juga berbeda karena ditempatkan di Jalan Suryatmajan dan dapat dinaik-turunkan agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
BACA JUGA : Satpol PP Jogja Perketat Patroli Street Coffee dan Kawasan Kota Baru Selama Ramadan 2026
BACA JUGA : Jelang Ramadan 2026, Dishub Jogja Petakan Titik Ngabuburit dan Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Subekti menyebut, penyelenggaraan PBTY mengusung semangat Yogyakarta sebagai kota toleransi.
“Kami sadar sebagai minoritas harus hati-hati dalam narasi. Jogja dikenal sebagai city of tolerance. Banyak budaya masuk ke sini, dan kami rangkum menjadi satu kegiatan yang bisa dinikmati bersama,” imbuhnya.
Distribusi takjil akan dipusatkan di titik tertentu seperti depan Gapura Ketandan dan Jalan Suryatmajan untuk menghindari penumpukan massa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: