Puskesmas Yogyakarta Perketat Skrining Demam Berisiko, Kasus Leptospirosis Terdata Lebih Banyak

Puskesmas Yogyakarta Perketat Skrining Demam Berisiko, Kasus Leptospirosis Terdata Lebih Banyak

Dinkes Kota Yogyakarta mencatat kenaikan kasus leptospirosis pada 2025 menjadi 34 kasus, peningkatan ini dipicu deteksi dan skrining puskesmas yang lebih aktif, sementara masyarakat diminta waspada gejala flu tikus dan segera memeriksakan diri.--dok. Pemkot Jogja

“Meski berpotensi serius, penularan leptospirosis dapat dicegah dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan perlindungan diri saat beraktivitas di lingkungan berisiko,” imbuhnya. 

Masyarakat dianjurkan mencuci tangan dan kaki dengan sabun setelah beraktivitas, menggunakan alas kaki dan sarung tangan saat membersihkan lingkungan, menghindari kontak langsung dengan air banjir tanpa pelindung, menjaga kebersihan rumah, serta mengendalikan populasi tikus.

BACA JUGA : Banyak Anak Alami Flu Berkepanjangan, Dinkes Jogja Temukan Kluster di Sekolah

BACA JUGA : Dinkes DIY Konfirmasi Satu Kasus Super Flu H3N2 Subclade K, Pasien Bayi Sudah Sembuh

“Dinkes mengimbau warga segera memeriksakan diri ke puskesmas apabila mengalami demam disertai nyeri otot setelah terpapar lingkungan kotor atau genangan air. Penanganan cepat dinilai penting untuk mencegah komplikasi yang lebih berat,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: