Bantul Siaga Hama Tikus di Perbatasan Sleman
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul, Joko Waluyo, ditemui media--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
BACA JUGA : Bantul Pacu Pendapatan Petani Lewat Gabah dan Jagung
BACA JUGA : Bantul Pacu Pertanian, Target Luas Tanam 35 Ribu Hektare
Selain fungsi teknis, program ini juga bertujuan untuk mencegah lahan pertanian dibiarkan kosong karena kekhawatiran serangan hama.
Walaupun bantuan yang diberikan bersifat kecil dan tersebar di beberapa titik, jumlahnya sudah cukup untuk melakukan antisipasi.
“Walaupun bantuan bersifat kecil dan tersebar di beberapa titik, jumlahnya cukup untuk antisipasi,” ucapnya.
Strategi ini menunjukkan pendekatan proaktif pemerintah daerah dalam melindungi tanaman pangan utama.
Petani diharapkan lebih siap menghadapi serangan tikus, menjaga produktivitas, dan meminimalkan kerugian.
Program OPT menjadi salah satu cara untuk menjaga keberlanjutan pertanian, khususnya padi, di wilayah perbatasan.
BACA JUGA : Konsumsi Beras Bantul Terus Turun, Umbi-umbian Mulai Menggeser Nasi
BACA JUGA : Warga Bangunjiwo Bantul Geger, Ular Sowo Ditemukan di Pekarangan Rumah
“Tujuannya agar lahan tidak dibiarkan kosong karena kekhawatiran serangan tikus,” tuturnya.
Dengan langkah ini, Bantul menunjukkan komitmennya untuk mendorong produktivitas pertanian melalui kombinasi teknologi, pendampingan, dan strategi pengendalian hama berbasis data.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: