Curah Hujan Masih Tinggi, Status Siaga Hidrometeorologi DIY Diperpanjang hingga Maret 2026

Curah Hujan Masih Tinggi, Status Siaga Hidrometeorologi DIY Diperpanjang hingga Maret 2026

Banjir merendam wilayah Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul, Sabtu (27/12/2025), akibat cuaca ekstrem yang melanda DIY, air sempat masuk rumah warga hingga setinggi pinggang dan memaksa dilakukan evakuasi. --Foto: Anam AK/diswayjogja.id

“Jika diperlukan, BPBD DIY siap melakukan backup, seperti yang kemarin terjadi di Piyungan, Bantul,” tuturnya.

Berdasarkan prediksi BMKG, puncak curah hujan di DIY diperkirakan terjadi pada Januari hingga Februari 2026. Pada Dasarian II, intensitas hujan berada pada kategori menengah hingga tinggi, meski tidak bersifat ekstrem.

BACA JUGA : Banjir Rendam Sanden Bantul, Warga Dievakuasi Saat Cuaca Ekstrem

BACA JUGA : Banjir Bandang dan Longsor di Sumatera, Alarm Multi-Bencana di Tengah Perubahan Iklim

“Semoga tidak ada masalah berarti, tetapi kami tetap siaga. BPBD DIY terus berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota dan memantau laporan melalui Pusdalops,” terang Ruruh.

Ia menyebut, selama Januari ini, dampak hujan sempat menimbulkan gangguan di beberapa wilayah, seperti puting beliung dan amblesan tanah di Gunungkidul, termasuk di Girikarto, Panggang.

Terkait potensi banjir, Ruruh menegaskan pentingnya pengelolaan catchment area dan vegetasi agar daya serap air tetap optimal. Selain itu, normalisasi sungai, pembangunan sumur resapan, hingga kolam retensi dinilai krusial, terutama di kawasan dengan pembangunan masif.

“Untuk kegiatan usaha berskala besar, kolam retensi wajib disiapkan agar air hujan tidak langsung mengalir ke drainase dan menimbulkan banjir. Ini sudah diterapkan, misalnya, di kawasan Ring Road Selatan,” pungkasnya.

BPBD DIY pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menjaga lingkungan, serta segera melaporkan kejadian bencana agar dapat ditangani secara cepat dan terkoordinasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: