Cuaca Ekstrem Mengintai, Sleman Siapkan Dana Darurat dan Relawan
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa memberikan keterangan kepada media usai apel kesiapsiagaan bencana bersama BPBD dan relawan di Sleman, awal Januari 2026.--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
Ia menilai pemahaman warga menjadi faktor krusial dalam mengurangi risiko korban dan kerugian saat bencana melanda.
“Kami ingin masyarakat mendapatkan pemahaman dan edukasi yang cukup, sehingga saat terjadi bencana, kita sudah siap untuk menanganinya dan menyesuaikan langkah-langkah yang diperlukan,” ujarnya.
Dari sisi pendanaan, Pemkab Sleman telah menyiapkan skema pembiayaan yang bersumber dari pos dana tidak terduga.
Dana ini digunakan untuk merespons kondisi darurat, baik untuk penanganan bencana di Sleman maupun bantuan kemanusiaan ke daerah lain yang terdampak.
“Tentu ada anggaran yang disiapkan. Biasanya dana tersebut masuk dalam pos dana tidak terduga,” jelasnya.
Ia menjelaskan, besaran bantuan tidak ditentukan secara seragam.
BACA JUGA : Meracik Kopi dan Kesetaraan: Kisah Cupable Coffee Sleman yang Dikelola Barista Disabilitas
BACA JUGA : PSS Sleman Tumbangkan PSIS 2-1, Magis Maguwoharjo Antar Super Elja Raih Tiga Poin
Penyesuaian nominal dilakukan berdasarkan tingkat dampak bencana, kebutuhan riil di lapangan, serta hasil komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat.
“Penyesuaian nominal bantuan didasarkan pada dampak bencana dan hasil koordinasi. Kami juga menyesuaikan kemampuan warga Sleman dan kondisi kebutuhan di wilayah terdampak,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa bantuan kebencanaan tidak dimaknai sebagai respons sesaat.
Lebih dari itu, bantuan merupakan wujud kepedulian sosial dan rasa kemanusiaan yang harus terus dipelihara.
“Ini bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan bagian dari budaya dan rasa kemanusiaan kita sebagai sesama umat manusia yang harus terus kita jaga dan tumbuhkan,” ucapnya.
Dengan pendekatan kesiapsiagaan, edukasi, dan dukungan anggaran yang terukur, Pemkab Sleman berupaya membangun ketangguhan daerah di tengah tantangan cuaca ekstrem yang semakin sulit diprediksi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: