0,5 Hektar di Merapi Panen 4 Ton Jagung, Sleman Uji Ketahanan Pangan Nyata
Panen jagung di lahan pertanian seluas 0,5 hektar di Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman, Kamis (8/1/2026).--Foto: Humas Pemkab Sleman
SLEMAN, diswayjogja.id - Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digerakkan dari tingkat lokal. Di lereng Gunung Merapi, tepatnya Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman, panen jagung Kuartal I tahun 2026 menjadi bukti konkret kolaborasi lintas sektor, Kamis (8/1/2026).
Kegiatan panen tersebut dihadiri Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, Kapolresta Sleman Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo, Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono, serta jajaran Forkopimda Sleman.
Namun, lebih dari sekadar seremoni, panen ini menunjukkan hasil nyata dari pendampingan dan dukungan berkelanjutan terhadap petani.
Kapolresta Sleman Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo menjelaskan, panen jagung kali ini dilakukan di lahan seluas 0,5 hektar yang dikelola oleh empat petani anggota Kelompok Tani Dadimulyo Glagahmalang.
“Lahan ini sebelumnya ditanami bibit jagung Bhayangkara Presisi bantuan dari Polda DIY pada 5 September 2025. Hari ini kita bisa melihat langsung hasilnya, tanaman tumbuh optimal dan siap panen,” katanya.
BACA JUGA : Sleman Terapkan Manajemen Talenta ASN, Dorong Meritokrasi
BACA JUGA : Mlati Menang Xpander, Bank Sleman Luncurkan e-Kalurahan dan UMKM Award
Dari lahan tersebut, hasil panen diperkirakan mencapai sekitar empat ton jagung pipil.
Menurutnya, capaian ini tidak hanya berbicara soal angka produksi, tetapi juga soal keberlanjutan program dan kepercayaan petani terhadap pendampingan yang dilakukan bersama.
“Panen ini adalah wujud nyata kerja keras petani yang didukung oleh pemerintah daerah, Polri, dan seluruh unsur terkait. Ini bukan program sesaat, tetapi bagian dari upaya berkelanjutan mendukung ketahanan pangan nasional,” ucapnya.
Ia menambahkan, keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk dukungan terhadap agenda strategis nasional, terutama dalam menjaga stabilitas pangan di tengah tantangan ekonomi dan perubahan iklim.
“Ketahanan pangan tidak bisa dibebankan hanya kepada petani. Harus ada sinergi, mulai dari penyediaan bibit, pendampingan, hingga memastikan hasil panen benar-benar memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tuturnya.
BACA JUGA : Mobil Hyundai Atos Terbakar di Condongcatur, Polresta Sleman Sigap Tangani Insiden Viral
BACA JUGA : Omzet Love Scamming di Sleman Tembus Puluhan Miliar per Bulan, Polisi Ungkap Skema dan Alur Konten Porno
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: