MPBI DIY Sebut Operasi Militer AS di Venezuela Langgar Hukum Internasional
Massa Masyarakat Peduli Buruh Internasional (MPBI) DIY menggelar aksi solidaritas di Yogyakarta, Kamis (8/1/2026)--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Kepala Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Volker Türk, memperingatkan bahwa operasi militer Amerika Serikat di Venezuela telah merusak prinsip-prinsip dasar hukum internasional yang melarang penggunaan kekerasan demi kepentingan politik dan klaim kekuasaan negara.
Di tingkat lokal, isu ini juga memicu respons solidaritas.
Koordinator Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) DIY, Irsyad Ade Irawan, menyatakan bahwa aksi buruh di Yogyakarta merupakan bentuk solidaritas terhadap rakyat Venezuela.
Ia menilai tindakan Amerika Serikat sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
“Sebagaimana kita ketahui, Amerika melakukan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, yaitu melakukan intervensi dan penculikan terhadap presiden yang sah tanpa mandat dari Perserikatan Bangsa-Bangsa,” katanya, Kamis (8/1/2025).
BACA JUGA : Biaya Hidup Tinggi, Buruh DIY Tuntut UMP–UMK Naik Jadi Rp4 Juta
BACA JUGA : MPBI DIY Desak UMK 2026 Setara KHL Rp 4,6 Juta demi Hak Hidup Layak Buruh Yogyakarta
Peringatan dari PBB dan reaksi internasional menunjukkan bahwa operasi militer ini bukan sekadar konflik bilateral, melainkan berpotensi menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional di masa depan.
Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui platform X pada Selasa (6/1/2026), Türk menegaskan bahwa tindakan militer sepihak tersebut bertentangan dengan norma hukum internasional yang selama puluhan tahun menjadi fondasi tatanan global modern.
Ia menyoroti larangan mutlak penggunaan kekuatan bersenjata tanpa mandat Dewan Keamanan PBB.
Operasi militer Amerika Serikat di Venezuela memicu eskalasi tajam ketegangan setelah berbulan-bulan hubungan panas antara Washington dan Caracas.
Pada Sabtu (3/1/2026) dini hari, pasukan Amerika melancarkan operasi berskala besar yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
BACA JUGA : Bobol Warung Angkringan di Parangtritis, Buruh Harian Lepas Jual HP Curian
BACA JUGA : Buruh DIY Gelisah, Molornya UMP/UMK Picu Kekhawatiran Kehidupan Layak
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: