Jogja Harus Waspada, Siaga Bencana Darurat Ditetapkan hingga 30 November
Papan reklame ambruk di kawasan Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Jumat (31/10/2025) siang, saat hujan deras disertai angin melanda sejumlah kawasan Kota Yogyakarta dan sekitarnya.--dok. BPBD YK
“Tujuan surat edaran itu supaya jangan ada korban lagi. Jangan sampai rumah roboh hanya gara-gara bencana alam,” tegasnya.
Pemkot Yogyakarta juga menyiagakan jajaran kelurahan, BPBD, dan relawan kebencanaan untuk monitoring di wilayah masing-masing. Warga diminta segera melapor apabila terjadi kerusakan, genangan, atau tanda-tanda kondisi berbahaya akibat cuaca ekstrem.
BACA JUGA : 169 Kampung Tangguh Bencana di Yogyakarta Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem 2025
BACA JUGA : Sleman Siaga Musim Hujan, 3.700 Relawan Disiapkan Lewat Program Kalurahan Tangguh Bencana
Dengan penetapan status siaga darurat hingga 30 November, pemerintah berharap kewaspadaan publik meningkat dan risiko bencana dapat ditekan semaksimal mungkin.
“Kita semua harus menjaga dan saling mengantisipasi agar tidak ada korban,” tutup Hasto.
Diberitakan sebelumnya, berdasarkan hasil pendataan BPBD Kota Yogyakarta selama bulan Oktober, tercatat 20 rumah rusak atau roboh, 22 pohon tumbang, 11 lokasi dahan patah, 4 kendaraan terdampak, serta 10 titik akses jalan terganggu.
Selain itu, ditemukan 2 baliho roboh, 5 jaringan listrik terputus, dan 2 jaringan telepon terganggu.
BPBD Kota Yogyakarta telah melakukan perawatan dan perbaikan sistem peringatan dini banjir (EWS) di tiga sungai besar di Kota Yogyakarta. Saat ini terdapat 17 titik EWS manual dan 9 titik EWS otomatis yang seluruhnya dalam kondisi siap digunakan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: