Proyek Drainase Rp4,18 Miliar Jalan Soepomo Dikebut, Warga Harap Tak Ada Lagi Banjir
DPUPKP Kota Yogyakarta mempercepat proyek drainase senilai Rp4,18 miliar di Jalan Prof. Dr. Soepomo, Umbulharjo, di mana pembangunan saluran air hujan sepanjang 800 meter ini diharapkan mengatasi banjir di kawasan Warungboto dan Pandean.--Dok. Pemkot YK
DPUPKP menargetkan pemasangan box culvert rampung pada November 2025, sehingga ruas jalan bisa kembali dilalui warga meski pekerjaan belum 100 persen selesai.
“Setelah pemasangan box selesai, nanti bisa segera dilewati. Walaupun belum selesai seluruhnya, masyarakat sudah bisa melintas. Mudah-mudahan selesai tepat waktu atau bahkan lebih cepat,” tambah Umi.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase DPUPKP Kota Yogyakarta Rahmawan Kurniadi menjelaskan, progres pekerjaan saat ini sudah mencapai 20 persen, dengan sekitar 230 meter saluran terpasang.
BACA JUGA : Kucurkan Rp200 Juta, Pemkot Yogyakarta Benahi RTH Publik dan Kelola Sampah Organik
BACA JUGA : Pemkot Yogyakarta Batasi Plastik di Pasar Tradisional, Hasto Ajak Warga Gunakan Wadah Berulang
“Masih kurang sekitar 500 meter lagi. Pekerjaan sudah sampai depan Kantor AD dari arah selatan, sementara sekitar 50 meter di bagian selatan belum dicor, meski roda dua masih bisa lewat,” tuturnya.
Setelah seluruh pemasangan box culvert rampung, tahap berikutnya adalah pengaspalan jalan, yang diperkirakan hanya memakan waktu dua hingga tiga hari.
Rahmawan juga menjelaskan, proyek ini memiliki pagu anggaran Rp5,5 miliar, namun setelah proses lelang nilai kontraknya turun menjadi Rp4,18 miliar.
Selain membangun saluran air, proyek ini diintegrasikan dengan ducting jaringan fiber optic milik Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kota Yogyakarta.
BACA JUGA : Malioboro Uji Coba Full Pedestrian, Pemkot Yogyakarta Siapkan Evaluasi Akses Warga dan Logistik
BACA JUGA : Pemkot Yogyakarta Tetapkan 7 Titik Resmi untuk Pengamen di Malioboro, Tak Boleh Keliling Lagi
Tantangan terbesar dalam pengerjaan proyek drainase ini adalah banyaknya jaringan utilitas di bawah permukaan jalan, seperti saluran PDAM dan limbah berukuran besar.
“Di bawah jalan-jalan besar seperti Veteran dan Soepomo memang banyak saluran air hujan maupun limbah. Ada saluran limbah induk berdiameter hingga 60 sentimeter, jadi pekerja harus ekstra hati-hati,” terang Rahmawan.
Dengan rampungnya pembangunan drainase ini, Pemkot Yogyakarta berharap sistem aliran air di kawasan Soepomo dapat berjalan lebih baik, mengurangi potensi genangan, dan mendukung kelancaran mobilitas warga.
“Kami berharap setelah proyek selesai, masyarakat di Warungboto dan Pandean tidak lagi khawatir banjir setiap musim hujan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: