Serap 192 Tenaga Kerja Lokal, Program Padat Karya 2025 Rampung di Empat Kelurahan
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo (dua dari kiri), saat meresmikan rampungnya program seluruh kegiatan Padat Karya di RW 012 Kelurahan Bumijo, Kemantren Jetis, Senin (13/10/2025).--Foto: Anam AK/diswayjogja.id
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menuntaskan pelaksanaan Program Padat Karya 2025 yang digelar di empat kelurahan.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menekankan program padat karya tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan ekonomi dan sosial masyarakat.
Menurutnya, pelibatan warga lokal dalam kegiatan ini menjadi strategi nyata memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
“Program padat karya ini selain menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, juga mampu meningkatkan perekonomian warga. Selama program berjalan, tenaga kerja yang diambil seluruhnya berasal dari warga sekitar. Ini menjadi sarana perluasan kesempatan kerja,” ujar Hasto dalam peresmian rampungnya seluruh kegiatan di RW 012 Kelurahan Bumijo, Kemantren Jetis, Senin (13/10/2025).
BACA JUGA : Pemkot Yogyakarta Batasi Plastik di Pasar Tradisional, Hasto Ajak Warga Gunakan Wadah Berulang
BACA JUGA : Malioboro Uji Coba Full Pedestrian, Pemkot Yogyakarta Siapkan Evaluasi Akses Warga dan Logistik
Hasto menambahkan, Pemkot Yogyakarta akan terus menerapkan sistem padat karya dalam setiap program pembangunan. Masyarakat, kata dia, harus terlibat langsung dalam pembangunan lingkungan mereka sendiri agar hasilnya lebih optimal dan berkelanjutan.
“Dengan program ini, masyarakat bisa memperoleh penghasilan sekaligus berkontribusi dalam pembangunan. Hasil kerjanya pun tidak kalah bagus dibandingkan pekerja profesional. Justru warga setempat paling paham kondisi lingkungannya,” tegasnya.
Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta, Maryustion Tonang, menjelaskan, program padat karya 2025 dilaksanakan di empat kelurahan dengan jenis pekerjaan yang disesuaikan dengan kebutuhan tiap wilayah.
Empat lokasi tersebut meliputi Kelurahan Bumijo, Kemantren Jetis – paving jalan lingkungan di RT 55 RW 12. Kelurahan Pandeyan, Kemantren Umbulharjo – pembangunan talud permukiman di RT 27 RW 07. Kelurahan Rejowinangun, Kemantren Kotagede – pembuatan talud permukiman di RT 50 RW 08. Serta Kelurahan Karangwaru, Kemantren Tegalrejo – penggantian tutup Saluran Air Hujan (SAH) dan pembuatan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) di RW 05.
BACA JUGA : Pemkot Yogyakarta Luncurkan GeoTaktis, Sistem Cerdas Analisis Data Penduduk by Name by Address
BACA JUGA : Pemkot Yogyakarta Tetapkan 7 Titik Resmi untuk Pengamen di Malioboro, Tak Boleh Keliling Lagi
Menurut Maryustion, program tersebut mampu menyerap 192 tenaga kerja lokal, dengan 48 pekerja di setiap lokasi. Setiap kegiatan berlangsung selama satu bulan dengan total anggaran Rp 1,29 miliar.
“Program padat karya 2025 bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar sehingga membantu perputaran ekonomi lokal,” jelas Maryustion.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: