Pemkot Yogyakarta Segera Benahi Saluran Air di Warungboto untuk Cegah Banjir
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo (kaos merah bertopi), meninjau langsung kondisi lapangan dan berdialog dengan warga untuk pembenahan saluran air dan selokan cegah banjir, di Kampung Warungboto RW 07, Kemantren Umbulharjo, Sabtu (6/9/2025). --Dok. Pemkot YK
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta akan segera melakukan pembenahan saluran air dan selokan di Kampung Warungboto RW 07, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta.
Langkah ini diambil sebagai upaya antisipatif terhadap banjir yang kerap melanda wilayah tersebut, terutama saat musim hujan tiba.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Permukiman Kota Yogyakarta, Umi Akhsanti, menjelaskan langkah teknis jangka pendek yang akan segera dilakukan, yakni pemasangan pintu air kecil pada saluran dari arah Kusumanegara.
“Jika hujan, pintu ditutup agar air tidak mengalir deras ke selatan, sehingga harapannya mengurangi debit banjir. Kalau tidak hujan, pintu bisa dibuka untuk irigasi,” jelas Umi dalam keterangannya, Minggu (7/9/2025).
BACA JUGA : Terjunkan Alat Berat, Normalisasi Sungai di Kota Yogyakarta Mulai Dilakukan
BACA JUGA : Pemkot Yogyakarta Bakal Tambah Pemasangan 7 Trash Barrier di Empat Sungai
Umi juga menyebutkan bahwa solusi jangka panjang masih dikaji, termasuk efektivitas pembuatan sudetan yang dinilai belum mampu menyelesaikan masalah secara menyeluruh.
Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyebutkan air dari arah utara Kota Yogyakarta cukup besar dan menuju ke arah selatan atau Kota Yogyakartaa cukup besar.
“Air dari utara cukup besar, akhirnya melimpah ke sini. Kita coba dulu menutup gejlig (pintu air) di utara, kemudian kita evaluasi apakah masih banjir atau tidak, serta dampaknya di titik lain,” jelas Hasto.
Hasto mengatakan, selain masalah teknis, kondisi saluran yang dangkal serta tersumbat sampah juga memperparah banjir.
BACA JUGA : Puluhan Warga Lintas Agama Lakukan Bersih-bersih Bantaran Sungai Code
BACA JUGA : Pemkot Yogyakarta Bakal Sulap Area Sungai Jadi Lokasi Wisata
Hasto pun menyoroti perilaku sebagian warga yang masih membuang sampah sembarangan ke dalam selokan.
“Saya kritik juga, kenapa botol malah dibuang ke selokan, padahal bisa dijual. Kita sekarang gencar sosialisasi Masjos (Masyarakat Jogja Olah Sampah), termasuk pemanfaatan sisa makanan dapur untuk pakan maggot,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: