Bukan Soal Fasilitas, Tapi Kesadaran! Wabup Sleman Ungkap Alasan Stunting Tak Kunjung Turun

Bukan Soal Fasilitas, Tapi Kesadaran! Wabup Sleman Ungkap Alasan Stunting Tak Kunjung Turun

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menekankan pentingnya kesadaran pribadi dalam menjaga kesehatan dan mengajak warga memanfaatkan fasilitas pemeriksaan gratis.--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

SLEMAN, diswayjogja.id - Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyoroti masih rendahnya kesadaran masyarakat, khususnya perempuan usia subur dan ibu hamil, dalam memeriksakan kesehatan ke fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan posyandu.

Menurutnya, meskipun pemerintah telah menyediakan sarana kesehatan hingga tingkat desa, kesadaran untuk rutin memeriksakan diri masih belum merata.

“Sudah semua masyarakat, terutama wanita usia subur atau ibu hamil, memiliki kesadaran untuk memeriksakan kesehatannya ke fasilitas kesehatan? Sudah bagus atau masih kurang?” katanya saat ditemui di Sleman, Minggu (5/10/2025).

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya menekan angka stunting dengan memperkuat edukasi dan monitoring di lapangan. Namun,  hasilnya belum sepenuhnya menggembirakan.

“Artinya, kesadaran masyarakat ini tetap perlu terus diingatkan,” ujarnya menegaskan.

Menurut data dari puskesmas dan posyandu, setiap wilayah memiliki catatan tersendiri mengenai tingkat partisipasi masyarakat dalam pemeriksaan kesehatan. 

BACA JUGA : Kurikulum Gizi Bakal Jadi Wajib di Sekolah, Sleman Minta Libatkan Ahli Kesehatan

BACA JUGA : Genjot Layanan Kesehatan, Bupati Brebes Serahkan Bantuan 2 Ambulance dan 1 Mobil Jenazah Bagi RSUD-Puskesmas

Data tersebut nantinya akan dibandingkan untuk melihat wilayah mana yang masih perlu perhatian lebih.

"Puskesmas punya datanya di B, posyandu juga punya datanya di B. Nanti bisa dibandingkan dari masing-masing wilayah. Sudah meningkat belum kesadarannya? Belum ya,” jelasnya jujur.

Ia juga menyoroti bahwa kelompok muda kini justru menjadi tantangan baru. Meski komunitas dan lembaga pemerintah telah banyak menyediakan pelayanan dan fasilitas gratis, belum semua warga memanfaatkannya secara maksimal.

"Jujur saja, terutama untuk anak-anak muda ini. Padahal komunitas sudah sering memberikan pelayanan dan fasilitas kepada masyarakat. Tapi apakah masyarakatnya sendiri sudah menjalankan anjuran itu? Belum juga,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa pencegahan stunting tidak bisa hanya mengandalkan program pemerintah kabupaten atau kegiatan formal di tingkat atas. 

BACA JUGA : Sleman Gelar Layanan Jamkesus Terpadu Plus GADIS MANIS, Wujud Nyata Inklusi Kesehatan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait