Pantai Tanggul Tirto, Model Pariwisata Berbasis Komunitas Dongkrak Wisata Bantul

Pantai Tanggul Tirto, Model Pariwisata Berbasis Komunitas Dongkrak Wisata Bantul

Pengunjung menikmati pertunjukan musik Tembang Plesiran di Pantai Tanggul Tirto sambil menyaksikan pelepasan burung perkutut sebagai simbol pelestarian lingkungan.--Foto: HO (humas Pemkab Bantul)

“Saya senang dengan promosi wisata yang dilakukan pemerintah. Dengan adanya event-event seperti Tembang Plesiran, pantai ini akan semakin dikenal luas,” tambahnya.

Menurutnya, saat ini pengunjung Pantai Tanggul Tirto mayoritas berasal dari penduduk lokal di sekitar kawasan seperti Pandak dan Pundong. Namun, dengan penyelenggaraan acara berskala besar, jumlah pengunjung diprediksi meningkat. 

“Kalau sekarang di sini baru dikunjungi oleh penduduk lokal sekitar sini saja. Dengan event ini kan jadi lebih banyak dikenal,” lanjutnya.

Selain meningkatnya jumlah pengunjung, Siti berharap pedagang lokal juga mendapatkan dukungan berupa pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk wisata. 

“Harapannya, para pedagang lokal mendapatkan pelatihan, misalnya dalam mengolah sumber daya lokal menjadi oleh-oleh khas yang bisa menambah daya tarik wisata,” harapnya.

Tembang Plesiran sendiri menampilkan berbagai pertunjukan musik, mulai dari hentakan hiphop hingga alunan lagu lawas Koes Plus. 

BACA JUGA : Wisata Indah Pantai Pasir Panjang: Surga Tersembunyi Kalbar dengan Pesona Memikat, Cek Disini

BACA JUGA : 5 Pilihan Wisata Pantai Bali dengan Spot Sunrise Memanjakan Mata, Simak Lengkapnya Disini

Acara ini tidak hanya menjadi hiburan bagi pengunjung, tetapi juga menjadi sarana promosi bagi Pantai Tanggul Tirto, yang merupakan destinasi wisata berbasis komunitas. Seiring pertumbuhan jumlah pengunjung, potensi ekonomi bagi masyarakat lokal semakin terbuka. 

Pedagang seperti Siti berharap, ke depan, sinergi antara pemerintah dan warga akan memperkuat Pantai Tanggul Tirto sebagai destinasi wisata unggulan yang berkelanjutan.

“Selain menikmati hiburan, pengunjung bisa melihat langsung bagaimana masyarakat lokal terlibat dalam pengembangan pariwisata. Ini menjadi pengalaman wisata yang lebih lengkap,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: