BPBD DIY Lakukan Pemetaan Wilayah Rawan, Waspadai Potensi Bencana Hidrometeorologi
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Noviar Rahmad, usai melakukan pertemuan dengan Dirjen Kemendagri dan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (11/9/2025). --Foto: Anam AK/diswayjogja.id
YOGYAKARTA, diswayjogja.id – Memasuki musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi, terutama longsor, banjir, dan cuaca ekstrem berupa angin kencang.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Noviar Rahmad, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan wilayah rawan berdasarkan data terbaru dan pengalaman bencana sepanjang 2024.
“Daerah-daerah rawan sudah kita petakan, baik itu rawan longsor, cuaca ekstrem, maupun potensi banjir. Pemetaan ini diperbarui berdasarkan Peta Risiko Bencana 2024,” ujar Noviar, Kamis (11/9/2025).
Beberapa wilayah yang sebelumnya tidak termasuk zona rawan kini masuk dalam peta baru, berdasarkan kejadian tahun sebelumnya.
BACA JUGA : Siap untuk Selamat, BPBD Kota Yogyakarta Gelar Simulasi Peringatan Bencana di Empat Sekolah
BACA JUGA : Cuaca Ekstrem, BPBD Kota Yogyakarta Imbau Warga Siapkan Mitigasi Mandiri
Misalnya, Kecamatan Imogiri, Bantul, yang tidak masuk dalam peta banjir sebelumnya, namun mengalami banjir cukup besar pada 2024.
“Imogiri sekarang masuk peta rawan banjir. Lalu untuk longsor, wilayah Sleman yang sebelumnya hanya di utara, sekarang bertambah ke kawasan Prambanan dan Kalasan, karena tahun lalu terjadi longsor di sana,” jelas Noviar.
Untuk wilayah Kota Yogyakarta, risiko bencana masih relatif stabil, namun tetap ada potensi banjir kiriman dari wilayah utara.
Hal ini biasanya dipicu oleh hujan lebat yang menyebabkan meluapnya sejumlah sungai, diantaranya Sungai Code, Sungai Gajah Wong, dan sungai lainnya yang melintasi kota.
BACA JUGA : Bencana Hidrometeorologi Masuk Siaga Darurat, Pemkot Yogyakarta Lakukan Simulasi EWS Otomatis
Menurut Noviar, longsor menjadi bencana paling sering terjadi saat musim hujan di DIY, disusul oleh banjir dan angin kencang.
Selain faktor alam, perilaku manusia juga memperbesar risiko bencana, terutama dalam kasus banjir.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: